Menurut Dirlantas Polda Sumbar Kombes Singgamata, pihaknya telah menyiapkan skenario untuk meminimalkan kemacetan pada jalur Padang-Bukittinggi, terutama pada lokasi yang menjadi sumber kemacetan.
Di Pasar Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman merupakan pasar tumpah sehingga perjalanan akan tersendat akibat aktivitas jual beli. Pasar yang tepat berada di sisi kanan dan kiri jalan tersebut memang cukup ramai karena menjadi tempat berbelanja warga sekitar serta terdapat terminal angkutan kota.
Untuk itu, akan dilakukan rekayasa arus lalu lintas apabila kepadatan sudah cukup tinggi akan pengendara akan diarahkan melalui jalur alternatif, seperti belok kiri di Simpang Lubuk Alung, Pariaman menuju Sicincin, kata Singgamata. Di Pasar Lubuk Alung para pedagang yang berjualan di badan jalan akan ditertibkan dan di sisi kiri dan kanan jalan dipasang barikade.
Ilustrasi Kemacetan (foto: Antara)
Selanjutnya, untuk Kawasan Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar, sumber kemacetan berada di dekat lokasi air terjun. Di tempat itu banyak kendaraan yang parkir di sisi kanan dan kiri jalan menyebatkan antrean kendaraan hingga 10 kilometer.
Biasanya pengendara yang parkir adalah mereka yang hendak menikmati objek wisata air terjun Lembah Anai. Akan tetapi, di lokasi itu kapasitas lahan parkir amat terbatas di sisi kanan dan kiri jalan sebelum air terjun.
Akhirnya para pengendara memakai badan jalan untuk parkir sehingga arus lalu lintas tersendat menyebabkan antrean kendaraan yang terjebak macet di kawasan ini bisa mencapai hingga 10 kilometer panjangnya.
"Pada tahun ini kami melarang pengunjung air terjun untuk parkir di sisi jalan karena menjadi pemicu kemacetan," kata Singgamata, Minggu (10/6/2018).
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan kompromi, apalagi saat arus padat. "Jangan karena sekelompok orang yang ingin parkir, jadi korban ratusan orang terganggu perjalanannya," ujarnya.
Berikutnya untuk Pasar Koto Baru di Kabupaten Tanah Datar setelah dilakukan identifikasi permasalahannya adalah kapasitas bangunan yang tidak mampu menampung pedagang sehingga transaksi akhirnya dilakukan di badan jalan.
Kemacetan di Pasar Koto Baru telah terjadi bertahun-tahun dan belum ada solusi tuntas, terutama pada saat hari pasaran. Di pasar yang menjual hasil pertanian itu menjadi tempat pertemuan pedagang dan pembeli hingga memuat barang ke truk yang diparkir di badan jalan.
Dalam kondisi normal tidak ada masalah dengan badan jalan, tetapi ketika hari pasaran akan tumpah ke jalan, kata Singgamata. Beragam solusi pun mengemuka untuk memecahkan persoalan kemacetan di Pasar Koto Baru mulai dari membuat jembatan layang hingga underpass.