Usai Lebaran, Pendatang Baru di Jakarta Jangan Sampai Jadi PMKS

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 11 Juni 2018 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 11 338 1909218 usai-lebaran-pendatang-baru-di-jakarta-jangan-sampai-jadi-pmks-68wwj2tiac.jpg Penyandang masalah kesejahteraan sosial. (Foto: Antara)

JAKARTA – Setelah hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah atau Lebaran 2018 biasanya banyak pendatang baru yang hadir di Jakarta untuk mencari kerja. Banyaknya pendatang tersebut berbanding terbalik dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia di Ibu Kota.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan mengatakan, pendatang baru yang tidak mendapat pekerjaan, rentan menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Ibu Kota. Maka itu, masyarakat yang ingin datang ke Jakarta harus memastikan diri memiliki keterampilan yang dibutuhkan serta tempat tinggal jelas.

"Jakarta sebagai Ibu Kota negara terbuka bagi siapa pun yang ingin mengadu nasib. Namun, kami mengimbau jika ingin ke Jakarta harus dipersiapkan agar tidak luntang-lantung. Jangan sampai jadi PMKS jalanan," ujar Masrokhan dalam keterangan persnya, Senin (11/6/2018).

penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Ia melanjutkan, bila pendatang baru tidak memiliki kriteria itu, pihaknya khawatir mereka akan hidup telantar di Jakarta. Kondisi tersebut tentu merugikan diri sendiri. Pasalnya, niat awal ingin mendapat kehidupan yang lebih baik, berujung nestapa, karena tidak memiliki persiapan sehingga menjadi PMKS di Ibu Kota.

"Jika luntang-lantung di Jakarta, menggelandang di Jakarta karena telantar, sudah jadi tugas kami untuk melakukan penjangkauan. Karena mereka sudah menjadi PMKS jalanan. Terus mereka akan kami bawa ke panti," jelasnya.

Ia melanjutkan, pendatang juga harus mempunyai keluarga, saudara, atau kenalan yang menjamin bisa tinggal sementara sebelum mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang memadai agar bisa mandiri.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mengerahkan 425 petugas P3S Dinas Sosial di lima wilayah kota administrasi dalam melakukan penjangkauan. Dinsos juga akan bekerja sama dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan dalam melakukan penjangkauan PMKS jalanan.

"Jika sudah terjangkau oleh petugas kami, PMKS itu akan dibawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Bangun Daya 1 dan 2 yang ada di Kedoya, Jakarta Barat; dan Cipayung, Jakarta Timur. Mereka akan diberikan pembinaan beberapa bulan agar tidak kembali ke jalanan," ujarnya.

penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Ia mengimbau warga daerah untuk bekerja dan membangun daerah masing-masing bila tidak memiliki persiapan yang matang untuk mengadu nasib ke Jakarta. Apalagi, pemerintah pusat telah menyalurkan banyak bantuan bagi warga daerah.

"Pemerintah pusat telah banyak menyalurkan bantuan bagi warga miskin, seperti bantuan pangan nontunai dan Program Keluarga Harapan (PKH). Infrastruktur di daerah juga sedang gencar dibangun oleh pemerintah pusat untuk mendorong perekonomian warga daerah, sehingga warga daerah lebih terjamin kesejahteraannya," tukasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini