KENYA - Dari Kenya sampai ke Burkina Faso, dan dari Mesir sampai ke Nigeria, kelompok penyayang binatang mengatakan, banyak pedagang terus berusaha memenuhi kebutuhan China untuk bahan yang disebut “ejiao” (eh-jii-oo), yang dibuat dari kulit keledai yang direbus.
Ejiao adalah semacam gelatin atau agar-agar yang dikabarkan punya banyak khasiat kesehatan.
Seperti dilansir Associated Press, berkurangnya populasi keledai di China telah mendorong para produsen ejiao untuk mencari kulit keledai dari tempat-tempat yang jauh, seperti Afrika, Australia dan Amerika Selatan. Perburuan itu mengancam populasi keledai diseluruh dunia dan telah memicu aksi-aksi protes di seluruh Afrika.

Sebanyak 14 negara Afrika telah melarang ekspor kulit keledai, menurut kelompok Donkey Sanctuary yang berkantor di Inggris.