BEKASI - Usai viral pemberitaan terkait pemecatan Robiatul Adawiyah, seorang guru SDIT Darul Maza di RT 05 RW 03 Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, pihak sekolah meminta maaf dan mengaku pemecatan tersebut hanyalah ucapan yang tidak sengaja terlontar.
Permintaan maaf tersebut langsung disampaikan pimpinan sekolah bersama pihak yayasan, di kediaman Robiatul di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.
"Iya, tadi pimpinan bersama yayasan ke rumah ibu Robiatul untuk mengklarifikasi masalah ini. Ya kalau memang menganggap kami salah, kami minta maaf," kata Tri selaku perwakilan pihak sekolah, Jum'at (29/6/2018).
"Mungkin saat itu semua sedang dalam kondisi capek dan kelelahan, ya jadinya ada salah-salah ucap, wajar saja. Tidak ada niat atau rencana untuk membuat keputusan sepihak," aku Tri.

Sementara itu, Robiatul sempat membenarkan kabar pemecatan dirinya oleh pihak sekolah yang diposting pertama kali oleh sang suami, Andriyanto Putra Valora dalam akun Facebook miliknya.
Ia mengaku telah diberhentikan secara tidak hormat oleh pihak sekolah melalui pesan grup Whatsapp, hanya lantaran berbeda pilihan. Robiatul yang memilih Ridwan Kamil-UU pada perhelatan Pilkada, dianggap telah membangkang oleh pihak sekolah yang mendukung salah satu paslon.