Andres Manuel Obrador, "Donald Trump"-nya Meksiko Raih Kemenangan dalam Pilpres

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 14:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 02 18 1916648 andres-manuel-obrador-donald-trump-nya-meksiko-raih-kemenangan-dalam-pilpres-VrYTCpSsvR.jpg Andres Manuel Obrador. (Foto: Reuters)

MEXICO CITY – Andres Manuel Obrador menang secara dalam pemilihan presiden Meksiko pada Minggu, 1 Juli. Dia akan menjadi presiden dari golongan kiri pertama Meksiko di tengah hubungan yang tegang dengan Amerika Serikat.

Dengan janji untuk memberantas korupsi dan menundukkan kartel narkoba dengan pendekatan yang tidak terlalu konfrontatif, mantan walikota Mexico City berusia 64 tahun itu akan membawa harapan tinggi saat menjabat. Upayanya dalam pemerintahan mendatang akan diawasi secara ketat oleh para investor yang gugup.

BACA JUGA: 133 Politisi dan Seorang Wartawan Meksiko Dibunuh Menjelang Pemilu

Diwartakan Reuters, Senin (2/7/2018), hasil empat exit poll menunjukkan Obrador unggul dengan lebih dari 20 persen poin dari para pesaingnya dan memenangi antara 46,8 persen sampai 59 persen suara. Salah satu Obrador, Ricardo Anaya mengatakan, rakyat Meksiko menginginkan perubahan dan pemimpin baru untuk memimpin negara itu.

Rakyat Meksiko menyambut kemenangan Obrador dengan berkumpul di alun-alun Ibu Kota Mexico City di mana telah disediakan panggung dan layar besar dengan tulisan "Andres Manuel Lopez Obrador, president."

Pria berusia 64 tahun itu adalah seorang politikus beraliran nasionalis yang keras kepala dan tegas yang seringkali disamakan oleh para pesaingnya dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pria kelahiran Tabasco itu disebut telah melunak seiring dengan bertambahnya usia dan akan berfokus pada investasi dan ekonomi.

Dia telah berulangkali mengatakan akan mengakhiri “mafia kekuasaan” dan memberantas korupsi yang marak selama pemerintahan Presiden Enrique Pena Nieto. Dia juga menggarisbawahi mengenai kekerasan dan tindakan kartel obat bius Meksiko yang menjadikan Negeri Sombrero layaknya sebuah zona perang.

BACA JUGA: Seluruh Anggota Kepolisian di Kota Meksiko Ditahan Atas Pembunuhan Calon Wali Kota

Obrador mengatakan, dia akan menggunakan pendekatan baru untuk mengakhiri pertumpahan darah, termasuk kemungkinan pemberian amnesti bagi beberapa orang yang bekerja pada geng obat bius.

Bertolak belakang dengan banyak politisi partai berkuasa Meksiko, PRI yang bergaya hidup mewah, Obrador mengatakan bahwa dia akan menjadikan kediaman resmi presiden sebagai pusat seni dan hidup di rumah golongan menengah. Dia juga berjanji untuk menjual pesawat kepresidenan dan memotong gajinya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini