nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dulu Layang-Layang dan Balon Udara, Kini Laser Jadi Ancaman Penerbangan

Anggun Tifani, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 22:32 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 11 337 1921076 dulu-layang-layang-dan-balon-udara-kini-laser-jadi-ancaman-penerbangan-Ffak50RUMY.jpg Ilustrasi

TANGERANG - Penggunaan laser oleh masyarakat, masih menjadi ancaman terhadap laju kegiatan penerbangan di Bandara Soetta. Hal itu disampaikan oleh, Manager Humas AirNav Indonesia, Yohanes Sirait.

Yohanes menjelaskan, pihaknya masih gencar berupaya agar hal tersebut, tak menjadi ancaman serius terhadap sistem navigasi penerbangan. Dalam hal ini, khususnya juga menyangkut untuk arus lalu lintas udara.

"Kalau dulu kita terkadang bermasalah dengan layang-layang, terus sempat juga kemarin masalah dengan balon udara, sekarang tambah lagi yaitu penggunaan drone. Tapi potensi yang paling bahaya itu, penggunaan laser oleh masyarakat di sekitar Bandara Soetta," paparnya saat di Tangerang, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, sinar laser dapet mengganggu jarak pandang pilot ketika hendak landing. Ia menyebut ini sebagai ancaman yang membahayakan bagi dunia penerbangan.

Diakui Yohanes, untuk meminimalisir hal tersebut, pihaknya telah sinergi dengan pemerintah daerah (Pemda) setempat, guna mengatasi masalah ini.

"Kami akan lakukan komunikasi yang rutin dengan Pemda. Kami ini kan hanya sebatas operator. Jadi tidak bisa merazia masyarakat yang bermain laser, layangan, dan drone. Tapi dalam hal ini, kita akan terus lakukan sosialisasi serta pencegahan," tukasnya.

Diketahui, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI sempat mengambil langkah tegas terkait perilaku masyarakat, yang mengganggu aktivitas penerbangan. Langkah tersebut diambil pasca adanya beberapa wilayah di Pulau Jawa, yang memiliki budaya menerbangkan balon udara saat Idul Fitri beberapa waktu lalu. Terdapat kurang lebih 40 kasus gangguan penerbangan yang terjadi selama 2018.

Atas hal tersebut, kepolisian dan Kemenhub melakukan tindakan dengan memberikan sanksi hukuman penjara dan denda bagi masyarakat yang menerbangkan balon udara di area bandara.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini