nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menkumham Ngaku Malu dan Stres karena OTT Kalapas Sukamiskin

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 18:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 23 337 1926250 menkumhan-ngaku-malu-dan-stres-karena-ott-kalapas-sukamiskin-wU33vxkn2N.jpg Menkumham Yasonna Laoly (Dok Okezone)

JAKARTA – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly merasa malu dan stres berat menyusul adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang menciduk Kelapa Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin Wahid Husen dalam perkara suap jual-beli fasilitas di dalam sel.

Yasonna mengaku penangkapan terhadap Wahid membuatnya stres karena mencoreng kementerian yang dipimpinnya. Apalagi, dalam OTT ini, KPK menemukan bukti narapidana di Lapas Sukamiskin mendekam di sel mewah layaknya hotel.

"Ini benar-benar memalukan. Saya stres. Dalam artian, kebangetan banget ini. Ini saya akui. Sudah tidak bisa ditolerir," ujar Yasonna di Gedung Kemkumham, Jakarta, Senin (23/7/2018).

Yasonna tak menampik jika pembenahan soal Lapas, terutama Lapas Sukamiskin menjadi pekerjaan berat Kemkumham. Hal ini lantaran lapas tersebut diisi para koruptor yang secara finansial sangat memadai untuk menggoda petugas hingga Kalapas.

"Khusus Tipikor itu jadi persoalan. Mungkin petugas kita digoda. Rp10 juta enggak mempan, Rp20 juta enggak mempan, Rp100 juta baru dia goyang, langsung mabok dia. Ini kan orang yang di dalam agak apalah. Tiba-tiba masuk ditempat sebatas, akan berupaya bermanuver. Kalau memang integritas petugas kami lemah, akan bahaya sekali. Kalau Kalapas mandek, harusnya pimpinan di atas yang melakukan pengawasan. Maka itu harus saling bertanggung jawab," papar dia.

Sebelumnya, Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen telah ditetapkan sebagai tersangka‎ oleh KPK. Wahid diduga menerima suap terkait 'jual-beli' kamar serta izin di dalam Lapas Sukamiskin.

Selain Wahid, KPK menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Ketiganya adalah narapidana kasus korupsi proyek Bakamla yang juga suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah; PNS Lapas Sukamiskin, Hendri Saputra; serta narapidana tahanan kasus pidana umum yang juga orang kepercayaan Fahmi, Andri Rahmat.

Lapas Sukamiskin (foto: Oris/Okezone)

Diduga, Wahid Husen menerima suap berupa sejumlah uang dan dua mobil ketika menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018. Uang serta dua unit mobil yang diterima Wahid itu diduga berkaitan dengan pemberian fasilitas, izin luar biasa, yang‎ seharusnya tidak diberikan kepada diberikan kepada napi tertentu.

(Baca Juga : Buntut OTT Kalapas Sukamiskin, Menkumham Copot Kakanwil dan Kadivpas Jabar)

Fahmi Darmawansyah sendiri diduga memberikan suap kepada Wahid untuk mendapatkan fasilitas khusus di dalam sel atau kamar tahanannya. Fahmi juga diberikan kekhususan untuk dapat mudah keluar-masuk Lapas Sukamiskin.

Peneriman-penerimaan tersebut diduga dibantu dan diperantarai oleh orang-orang dekat keduanya yaitu AR (Andri Rahmat) dan HND (Hendri Saputra).

(Baca Juga : DPR: Jual Beli Fasilitas Lapas Tak Hanya di Sukamiskin, Ini Fenomena Gunung Es!)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini