JAKARTA - Ketua Media Centre Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin menyayangkan sikap Kapitra Ampera yang mendaftar calon legislatif (caleg) lewat PDI Perjuangan. Pasalnya, ia telah memanfaatkan nama besar Habib Rizieq Shihab yang selama ini tulus memperjuangkan umat dan agama Islam.
Novel mengatakan, arah politik Kapitra Ampera sudah tidak lagi sejalan dengan perjuangan Habib Rizieq, karena sudah bergabung dengan partai yang mendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai terpidana kasus penistaan agama.
"Kami sesalkan Kapitra Ampera membawa-bawa kasus dari pada Habib Rizieq," kata Novel saat berbincang-bincang dengan Okezone, Rabu (25/7/2018).

Novel menilai, keputusan Kapitra Ampera nekat nyaleg lewat PDI Perjuangan itu sebagai bentuk penghkhianatan terhadap ajaran Islam.
"Jadi dia mengorbankan ajaran agama untuk kepentingan politik, untuk kepentingan dari pada hawa nafsunya. Itu jalan yang salah," ujarnya.
Kapitra Ampera sudah resmi mengumumkan dirinya sebagai caleg dari PDI Perjuangan. Bahkan ia tidak mempersoalkan apabila langkah politiknya itu menuai hujatan dari para Alumni 212 yang pernah menjadi bagian perjuangannya.
Kapitra pernah menjadi pengacara Rizieq Shihab. Namun, ia sudah tidak menangani Habib Rizieq sebagai klien sejak enam bulan lalu.
(Rachmat Fahzry)