Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Pendaki yang Terjebak di Gunung Rinjani saat Gempa Lombok

Antara , Jurnalis-Senin, 30 Juli 2018 |18:47 WIB
Cerita Pendaki yang Terjebak di Gunung Rinjani saat Gempa Lombok
Evakuasi pendaki Gunung Rinjani pascagempa (Antara)
A
A
A

SEMBALUN - Salah satu jembatan penghubung berkonstruksi beton yang ada di jalur pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat(NTB), roboh akibat terkena dampak gempa berkekuatan 6,4 SR pada Minggu 29 Juli pagi kemarin.

"Ada jembatan yang roboh. Jembatan yang ada di jalur antara Danau Segare Anak-Bukit Pelawangan," kata Supardi, "porter" yang ditemui ketika sampai di posko pendataan dan kesehatan di Desa Bawak Enao, Sembalun, Senin (30/7/2018).

Supardi bersama rekan seprofesinya melakukan pendakian dengan membawa 18 tamu yang berasal dari Thailand. Supardi bersama tamunya masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sejak Jumat 27 Juli kemarin, melalui pintu Rinjani Tracking Center (RTC) Senaru, Kabupaten Lombok Utara.

"Kita naik dari pintu Senaru. Saat gempa itu, kita sedang berada di Danau Segare Anak," ujarnya.

 

Pendaki Gunung Rinjani pascagempa (Antara)

Pascagempa terjadi, Supardi bersama tamunya yang mengaku panik melihat kondisi sekitar di Danau Segara Anak, memutuskan untuk diam bersama ratusan pendaki dan "porter guide" lainnya di lokasi sampai menunggu bantuan evakuasi dari pihak penyelamat.

Setelah semalaman berada di Danau Segara Anak, bertemu dengan tim evakuasi yang melakukan penjemputan pada siang tadi. Supardi bersama timnya dan ratusan pendaki serta "porter guide" kemudian dievakuasi melalui jalur resmi Sembalun dengan melewati Bukit Pelawangan.

"Pas kita lewat itu dilihat jembatannya yang roboh. Saat kita lewat, sudah ada tali yang terbentang dari ujung ke ujung, jadi terbantu," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh "porter" Jubadi, pria asal Sembalun yang turut membawa rombongan WNA asal Thailand.

"Iya benar, ada jembatan yang saya lihat roboh. Posisinya jembatan pertama kalau jalan dari Danau Segara Anak ke Bukit Pelawangan," kata Jubadi yang ditemui saat tiba di Desa Bawak Enao.

 

Kepala Balai TNGR Sudiyono yang dikonfirmasi terkait dengan informasi robohnya jembatan penghubung yang hanya mampu dilalui satu orang dengan panjang 5 meter tersebut, mengaku belum mengonfirmasi kebenarannya di lapangan. Namun jika itu benar adanya, dia memperkirakan hal itu tidak menghambat proses evakuasi.

"Selagi masih bisa dilewati, saya kira itu tidak akan membahayakan yang lainnya," kata Sudiyono.

Data diperoleh Okezone dari BNPB menyebutkan korban meninggal dalam gempa di Lombok sudah 16 orang. "Kemudian 355 jiwa luka-luka, 1.453 rumah rusak dan pengungsi ada 5.141 jiwa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutpo Purwo Nugroh Sutopo.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement