nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Andil Guru jadi Penghubung Sumber Belajar di Era Digital

Hessy Trishandiani, Jurnalis · Jum'at 24 Agustus 2018 17:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 08 24 1 1940974 andil-guru-jadi-penghubung-sumber-belajar-di-era-digital-NgRIVJTqZ0.jpg Mendikbud Muhadjir Effendy (Foto: Dok. Kemendikbud)

JAKARTA – Jika dulu bisa dikatakan sumber utama untuk mendapatkan ilmu adalah guru, kini nilai tersebut sudah bergeser. Apalagi di era digital yang sarat dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat.

"Di tengah kemajuan TIK ini, guru berperan penting sebagai penjaga gawang atau gatekeepers, yang membantu menepis pengaruh buruk internet dan media sosial bagi siswa-siswanya," kata Mendikbud Muhadjir Effendy saat membuka Rapat Koordinasi Pendayagunaan TIK untuk Pendidikan dan Kebudayaan, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.

Ya, guru bukan saja seorang pendidik dan tempat bertanya berbagai macam hal berbau akademis, tapi juga berperan penting dalam menyaring informasi bagi para siswa yang dididiknya.

Saat ini, lanjut Mendikbud, memang merupakan era di mana sumber belajar melimpah ruah. Dengan begitu banyaknya informasi ini tentunya tetap memerlukan penyaringan yang selektif. Bagi Mendikbud, saat ini guru berperan penting sebagai penghubung sumber-sumber belajar (resource linkers) dan mengarahkan siswanya di mana menemukan sumber belajar yang tepat.

Di sisi lain, fungsi guru sebagai pengajar sangat mungkin digantikan dengan berbagai fasilitas TIK, misalnya mesin pencari di internet. Namun Muhadjir menyakini bahwa peran guru sebagai pendidik tidak mungkin bisa digantikan dengan teknologi apa pun. "Jangan sekali-kali menjadikan fasilitas TIK untuk menggantikan peran guru sebagai pendidik," ujarnya.

Selaras dengan hal tersebut, guru juga perlu mengembangkan diri sebagai fasilitator belajar siswa, dan fasilitas TIK berperan penting untuk mengoptimalkan proses belajar di era saat ini. "Guru harus bisa membimbing dan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai 'untuk apa', bukan sekadar 'apa' dan 'bagaimana'," tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Untuk perkembangan TIK sendiri, Mendikbud mengingatkan bahwa hal ini memiliki dua sisi yang berlawanan, yaitu sisi positif dan sisi negatif. "Kita tahu TIK sudah menjadi bagian dari kehidupan. Karena itu, jangan hanya melihat sisi positifnya saja, tetapi juga harus diwaspadai dampak negatifnya," tambah Muhadjir.

Oleh karena itu Mendikbud mengajak masyarakat bijaksana memanfaatkan teknologi. Menilik dua sisi, yakni sisi positif, perkembangan TIK antara lain masyarakat sudah tidak lagi kesulitan mengakses informasi dan beraneka sumber belajar, bahkan disebutnya sudah melimpah ruah. Namun tantangan terbesar adalah mendapatkan sumber belajar yang tepat, tepercaya, dan berkualitas.

Sementara itu juga ada beberapa ancaman yang mudah menyebar di media baru dan mempengaruhi generasi muda. Hal-hal seperti penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang, paham radikalisme dan intoleransi, serta berbagai informasi palsu atau kabar bohong adalah contoh beberapa sisi negatif perkembangan TIK.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini