JAKARTA – Jika dulu bisa dikatakan sumber utama untuk mendapatkan ilmu adalah guru, kini nilai tersebut sudah bergeser. Apalagi di era digital yang sarat dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat.
"Di tengah kemajuan TIK ini, guru berperan penting sebagai penjaga gawang atau gatekeepers, yang membantu menepis pengaruh buruk internet dan media sosial bagi siswa-siswanya," kata Mendikbud Muhadjir Effendy saat membuka Rapat Koordinasi Pendayagunaan TIK untuk Pendidikan dan Kebudayaan, di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.
Ya, guru bukan saja seorang pendidik dan tempat bertanya berbagai macam hal berbau akademis, tapi juga berperan penting dalam menyaring informasi bagi para siswa yang dididiknya.
Saat ini, lanjut Mendikbud, memang merupakan era di mana sumber belajar melimpah ruah. Dengan begitu banyaknya informasi ini tentunya tetap memerlukan penyaringan yang selektif. Bagi Mendikbud, saat ini guru berperan penting sebagai penghubung sumber-sumber belajar (resource linkers) dan mengarahkan siswanya di mana menemukan sumber belajar yang tepat.
Di sisi lain, fungsi guru sebagai pengajar sangat mungkin digantikan dengan berbagai fasilitas TIK, misalnya mesin pencari di internet. Namun Muhadjir menyakini bahwa peran guru sebagai pendidik tidak mungkin bisa digantikan dengan teknologi apa pun. "Jangan sekali-kali menjadikan fasilitas TIK untuk menggantikan peran guru sebagai pendidik," ujarnya.