Dia mengatakan, banyak marga di Keerom juga terancam punah, warisan marganya terpaksa suku yang ada hubungan dekat yang memakai marganya.
"Misalnya di Skamto suku tagusom sudah punah, terpaksa suku orare di Waris menerima tagusom/memakai marga tersebut, karena hubungan dekat dengan tagusom," ujarnya.
Selain suku, kata dia, bahasa asli Keerom juga terancam punah karena pengaruh lingkungan.
"Kami selaku orang tua selalu tekankan kepada keluarga agar selalu mengajarkan anaknya dengan bahasa daerah," tambah dia.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.