Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bocah SD Jadi Bandar Sabu karena Kurangnya Perhatian Orangtua

Herman Amiruddin , Jurnalis-Rabu, 12 September 2018 |22:30 WIB
Bocah SD Jadi Bandar Sabu karena Kurangnya Perhatian Orangtua
Ketua Tim Reaksi Cepat P2tp2a Makassar, Makmur. Foto: Okezone/Herman
A
A
A

MAKASSAR - Kurang perhatian orang tua penyebab, bocah SD berinisial RE alias C (12) dimanfaatkan oleh seseorang untuk mengedarkan sabu.

RE sudah diserahkan ke Polsek Tallo Makassar oleh orang tuanya sendiri setelah dicari-cari oleh polisi Jumat (6/9/2018) kemarin pekan lalu.

Bocah kelas 5 SD tersebut menjadi bandar sabu dan juga memiliki anak buah siswa SMP berinisial AL, yang berperan sebagai penjual sabu. Kemudian hasilnya dibagi dua masing-masing Rp100 ribu.

Kedua bocah tersebut kini telah dititip ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar, Sulawesi Selatan untuk mendapat pembiaan sembari menunggu proses hukum di kepolisian.

Baca: Pengakuan Bocah SD Bandar Sabu yang Serahkan Diri ke Polisi

Ketua Tim Reaksi Cepat P2TP2A Makassar Makmur mengatakan, hal itu terjadi karena berbagai faktor. Salah satunya pengaruh dari lingkungan tempat tinggalnya yang diduga tidak asing dengan aktivitas seputar narkoba.

"RE sempat tertekan secara psikologi setelah diserahkan ibunya ke polisi," kata Makmur saat ditemui Okezone di rumah pembinaan P2TP2A Makassar jalan Anggrek.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement