DEPOK – Kepala Humas Universitas Pancasila Maharani A Putri mengaku pihak yayasan dan rektorat saat ini telah bergerak cepat agar bentrokan antara fakultas tekhnik dan hukum tidak kembali terjadi. Sementara mahasiswa yang terlibat bentrokan pun sudah diproses secara akademik.
"Terlibat bentrokan persisnya enggak tahu berapa orang karena awalnya kan ada dua orang dan sudah kita panggil 10 orang. Proses ini masih berjalan," kata Putri saat dihubungi Okezone, Sabtu (22/9/2018).
Dia menjelaskan pemberian sanksi terhadap pelaku keributan yang menyebabkan pintu masuk gedung fakultas hukum hancur, saat ini masih dalam proses panjang. Namun, 10 mahasiswa yang terlibat dan sudah menjalani pemeriksaan sudah diberikan surat peringatan.
Menurutnya saksi skorsing dinilai sudah cukup, tanpa harus mengeluarkan mahasiswa itu atau drop out.
