Jenderal Angkatan Udara Carlton Everhart mengatakan kepada VOA, Angkatan Udara sedang mengupayaka solusi non-konvensional, “Saya bilang.. ‘hei saya membutuhkan laser untuk melindungi pesawat-pesawat kami.’ Dan dalam waktu dua tahun kami akan menguji sebuah laser di pesawat kami.”
Jika Anda pernah nonton film “Star Wars,” ada pesawat-pesawat yang menggunakan laser untuk menembak musuh. Tetapi Everhart mengatakan bukan laser seperti itu yang dimaksudkannya.
“Apakah ini senjata ofensif? Tidak. Ini murni senjata untuk mempertahankan diri,” tambahnya.
Pakar dirgantara Todd Harrison menjelaskan, “Laser pada dasarnya dapat digunakan untuk membuat pesawat lain tidak dapat melihat sasaran, atau rudal yang datang, atau jika laser itu cukup kuat maka dapat digunakan untuk menimbulkan satu lubang yang memperlemah rudal atau pesawat yang datang ke arah pesawat kita.”
Todd Harrison mengatakan tampaknya masih membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menguji laser untuk tujuan pertahanan ini sebelum dapat dioperasikan secara penuh. Tetapi menurutnya mimpi Jendral Everhart untuk menambahkan teknologi itu pada pesawat pengisi bahan bakar merupakan suatu hal yang dapat dilakukan.