“Satu hal yang menarik soal teknologi laser sebagai mekanisme pertahanan adalah karena yang dibutuhkan hanya daya listrik yang lebih besar. Jadi kita memiliki jumlah tembakan laser yang tidak terbatas,” ujarnya.
Tembakan kecil yang berdampak besar di medan tempur.
“Hal ini memungkinkan kita tetap mendukung pesawat-pesawat tempur dan pembom ketika sedang terjadi pertempuran. Ini yang akan kita uji sekarang dan saya sangat gembira dengan hal ini,” kata Carlton.
Pejabat-pejabat Angkatan Udara Amerika berharap dapat menambahkan teknologi laser ini pada pesawat-pesawat pengisi bahan bakar dalam sepuluh tahun mendatang.
(Rahman Asmardika)