"Cerita ini dimanfaatkan Prabowo dan Amien sebagai kampanye hitam menjatuhkan calon presiden saya nomor 1," bebernya.

Farhat mengaku menyayangkan terhadap tokoh nasional sekaliber Prabowo yang tidak teliti dalam menanggapi persoalan ini.
"Sementara Fadli mengatakan semua pasti ada kaitan dengan politik. Dianiaya karena Jurkam Prabowo. Padahal yang dianiaya tidak ada. Seolah-olah ini rezim diktator," ucapnya.
Adapun, untuk Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini dilaporkan lantaran membuat pernyataan bahwa Ratna dalam ketakutan dan trauma.
"Berarti dari mana Sandiaga tau? Sandiaga bilang sudah melihat foto Pak Prabowo. Nah, Calon Wakil Presiden harus berpikir baik kan," lanjutnya.