Pengamat navigasi penerbangan Heru Legowo menilai menara harus dilengkapi pintu darurat, berupa kantung peluncur yang bisa menembus langsung ke lantai dasar untuk mengantisipasi kondisi darurat semacam gempa.
"'Emergency' yang saya sebutkan itu ada semacam lubang atau kantung seperti guling panjang sampai bawah meluncur seperti kayak kaos kaki, itu perlu dipertimbangkan," katanya.
Dia mengatakan ATC Anthonius Gunawan Agung yang meninggal dalam tugasnya ketika gempa mengguncang Palu, yaitu tidak menemukan jalan keluar menuju ke lantai dasar. Namun, ia mengapresiasi pemulihan sistem komunikasi yang cepat.

"Saya kira sudah cukup bagus, gempa adalah sesuatu yang 'unpredictable' yang tidak bisa ditebak ke mana dengan peralatan darurat dan 'runway' terbatas," ujarnya.
Kendati pun saat ini masih belum ada peraturan yang memuat standar pemulihan, baik itu sistem komunikasi ATC maupun bandara, saat kondisi kontigensi.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.