Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pilot Masih Trauma, Penyebab Pesawat Crash Landing di Beoga Papua Belum Diketahui

Saldi Hermanto , Jurnalis-Rabu, 10 Oktober 2018 |11:53 WIB
Pilot Masih Trauma, Penyebab Pesawat <i>Crash Landing</i> di Beoga Papua Belum Diketahui
Pesawat Jhonlin Air Transport mengalami crash landing di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu (10/10/2018). (Foto : Isimewat)
A
A
A

TIMIKA – Pesawat jenis Cessna Caravan 208EX dengan nomor register PK-JBR milik PT Jhonlin Air Transport (JAT) yang mengalami crash landing di lapangan terbang (Lapter) Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, hingga kini belum diketahui penyebabnya.

Kabid Perhubungan Udara Kabupaten Mimika, Horpa Solossa, membenarkan terjadinya peristiwa crash landing tersebut. Namun, diketahui belum secara pasti mengetahui penyebab awal pesawat nahas tersebut tergelincir. Alasannya, pilot saat ini masih dalam kondisi trauma sehingga belum bisa dimintai keterangannya.

"Nanti informasi lebih lanjut kita tunggu setelah pilotnya sudah tidak dalam kondisi trauma, lalu dia bisa menyampaikan kejadian itu seperti apa," ujar Horpa yang ditemui di Bandara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (10/10/2018).

Menurut dia, pesawat yang dipiloti Kapten Kris Henus ini, disewa untuk memuat barang atau kargo dengan satu orang penumpang dari Timika menuju Beoga. Atas insiden ini, tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka.

Pesawat Jhonlin Air Transport mengalami crash landing. (Foto : Istimewa)

"Informasi tadi bahwa sudah ada pesawat penjemputan khusus untuk pilotnya. Pilot sementara sudah ada d itempat. Pesawat Jhonlin dari Timika tujuan Beoga. Penumpang tidak ada, cuma satu orang dan kebetulan pesawatnya dicarter membawa barang-barang," katanya.

Saat ini, kondisi pesawat masih berada di lokasi kejadian dan belum dilakukan proses evakuasi terhadap badan pesawat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement