nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNPB Temukan 8 Relawan Ilegal Asal China yang Hendak ke Palu

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 18:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962761 bnpb-temukan-8-relawan-ilegal-asal-china-yang-hendak-ke-palu-ZfwpZL6Y1w.jpg Hotel Mercure di Palu, Sulawesi Tengah terdampak gempa 7,4 SR. Foto: Okezone/Okezone

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menemukan 8 relawan ilegal asal China yang hendak memasuki wilayah bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, modus yang mereka lakukan untuk masuk ke daerah bencana tersebut. Mereka, kata Sutopo, datang ke Indonesia melalui Bandara Sultan Hasanuddin pada 7 Oktober 2018 lalu dengan "Sudah kita lihat suratnya, kondisinya kita khawatir, masih diragukan asli atau tidak. Nah, kita sinyalir suratnya palsu," kata Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Baca: Masa Tanggap Darurat Gempa-Tsunami Sulteng Diperpanjang hingga 26 Oktober

Dalam waktu yang bersamaan, BNPB berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Bupati Sigi untuk mengkonfirmasi undangan untuk para relawan dari China tersebut. Namun ternyata diketahui tidak benar, mereka pun diminta meninggalkan Indonesia.

Foto: Okezone/BNPB

Setelah itu, ada segerombol relawan asing yang berasal dari Nepal, Meksiko, dan Australia mencoba masuk ke Palu. Jumlah mereka ada sekira 14 orang.

Baca: Alasan Palu Tak Butuh Relawan dan Tenaga Medis Asing

"Dengan alasan tidak memiliki mitra lokal yang berbentuk organisasi. Kedua, tidak memiliki barang bantuan yang ditetapkan pemerintah Indonesia (transportasi udara, genset, tenda, water treatment), tidak pernah mengajukan surat tertulis di Kemenlu atau Kedubes masing-masing,” jelasnya.

Foto: Okezone/BNPB

Lebih lanjut ia menegaskan, relawan asing yang ingin membantu korban bencana Sulawesi Tengah agar memiliki perizinan dan membawa bantuan yang dibutuhkan pemerintah Indonesia. Dia juga mengaku beberapa dari mereka menggunakan visa turis ketika datang dan ingin ke Kota Palu.

“Ya, kita terima kasih atas keinginan membantu masyarakat di Sulteng yang terkena bencana, tapi dalam bantuan tadi selalu ada aturan mainnya. Bukan hanya di Indonesia, di negara-negara lain juga diberlakukan seperti itu,” pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini