nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sita 15 Ribu Dolar Singapura dari Rumah Bupati Malang

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 18:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 11 337 1962788 kpk-sita-15-ribu-dolar-singapura-dari-rumah-bupati-malang-JtkvJZ7kn1.jpg Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menyita sejumlah barang bukti dari hasil penggeledahan terkait penyidikan kasus korupsi yang menyeret Bupati Malang, Rendra Kresna. Barang bukti yang berhasil disita di antaranya uang pecahan Dolar Singapura dan manta uang Rupiah.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang merincikan, dari rumah dinas Bupati Malang, KPK menyita SGD15 ribu. Sedangkan dari Kantor Bina Marga Malang, tim membawa uang Rp305 juta dan dirumah satu kepala bidang Pemkab Malang disita uang Rp18,9 juta.

"Hari ini, penggeledahan masih berlangsung di lokasi lainnya di Kabupaten Malang, akan kami sampaikan lebih lanjut perkembangan informasinya," sambung Saut saat menggelar kenferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

 Bupati Malang Kresna

‎Penggeledahan sendiri telah dilakukan di 22 lokasi di Kabupaten Malang sejak 4 Oktober 2018 hingga hari ini. 22 lokasi yang telah digeledah tersebut yakni, Pendopo Bupati Malang; Kantor dan rumah swasta; rumah PNS; Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Malang; Kantor Bapenda; Kantor PUPR Kabupaten Malang.

(Baca Juga: KPK Resmi Tetapkan Bupati Malang Tersangka Suap dan Gratifikasi)

Kemudian, Kantor BUP; Kantor Bina Marga, Kantor Dinas Ketahanan Pangan; Rumah Dinas Bupati; Kantor Dinas Sosial; Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikulkutura; kantor Dinas Pertanian; Rumah Kepala Bidang Dinas Bina Marga; dan Kantor Korwil Jatim NasDem.

Namun, KPK hanya menyita uang dari rumah dinas Bupati Malang, kantor Bina Marga, dan Rumah Kabid Bina Marga Malang. Dari lokasi penggeledahan lainnya, tim hanya mengamankan sejumlah dokumen.

"Dari sejumlah lokasi penggeledahan, penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik, serta sejumlah uang‎," ungkap Saut.

(Baca Juga: Bupati Malang Diduga Korupsi untuk Bayar Utang Kampanye)

KPK Tetapkan Bupati Malang Tersangka Korupsi Sarana Pendidikan dan Penerima Gratifikasi KPK sendiri telah menetapkan Bupati Malang, Rendra Kresna sebagai tersangka. Rendra disangkakan melanggar dua pasal sekaligus yakni terkait suap penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dan dugaan penerimaan gartifikasi.

Suasana Rumah Bupati Malang 

Pada perkara pertama, Rendra ditetapkan tersangka bersama-sama dengan pihak swasta, Ali Murtopo (AM). Rendra diduga menerima suap Rp3,45 miliar dari Ali Murtopo terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ‎tahun anggaran 2011.

Kemudian, pada perkara kedua, Rendra diduga menerima gratifikasi sebesar Rp3,55 miliar selama menjabat Bupati Malang selama dua periode. Mantan Politikus NasDem tersebut diduga menerima gratifikasi bersama-sama dengan pihak swasta Eryk Armando Talla.

Sebagai pihak yang diduga menerima suap sarana pendidikan, Rendra disangkakan melanggar Pasal‎ 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sementara yang diduga pemberi suap, Ali Murtopo disangkakan melanggar Pasal‎ 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terkait penerimaan gratifikasi, Rendra dan Eryk disangkakan melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.‎

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini