Salah seorang peneliti dari Universitas Cenderawasih, Hendra Maury mengatakan, keberadaan anjing tersebut untuk pertama kalinya ditemukan dan dilihat secara kasat mata oleh seorang geologis berkembangsaan Amerika Serikat, Ronald Pecocz, dalam 'Ekspedisi Ronald Pecocz' di Papua pada 1980.
Para peneliti Universitas di Papua dan Papua Barat Menemukan spesies Anjing Mirip Serigala (foto: Ist)
Anjing tersebut, menurut Hendra, terlihat seperti serigala, tapi uniknya tidak dapat menggonggong. Namun, anjing tersebut mampu mengeluarkan suara melolong panjang mirip serigala. "Kalau kita berpikir anjing pasti mengonggong. Kenapa dia dibilang 'Singing Dog' karena dia melolong," kata Hendra saat berbincang dengan Okezone, di Manokwari, kemarin.
Dia juga menjelaskan, dari hasil temuan tim peneliti ukuran tubuh anjing tersebut lebih besar dari ukuran tubuh anjing lokal di Papua pada umumnya. "Lihat perawakannya kekar sekali, tetapi ada prilaku-prilaku khusus yang ditunjukan. Mulai dari cara berinteraksi. Jadi berkomunikasi dengan anjing yang lain dengan cara melolong," lugasnya.
Penelitian Singing Dog, pertama kali dilakukan tim peneliti dari Universitas Negeri Papua bersama James Mcintyre, seorang peneliti dari New Guenia Highland Wild Dog Foundation di Amerika Serikat.