Bahkan, kata dia, Pemprov DKI juga sepakat membuatkan sumur artesis bagi warga terdampak TPST, sebagai solusi pelayanan air bersih yang sulit diperoleh warga. Yang mana dalam pembuatan sumur, terpampang jelas menggunakan dana bantuan DKI.
"Ada lima titik yang dibuatkan sumur artesis, dua titik di Ciketing Udik, dua di Sumur Batu dan satu di Cikiwul. Baru mulai dibangun 21 September 2018. Biaya pembangunannya ada kok ditulis di papan proyek, sekitar Rp20 miliar," ungkapnya.
Karay sendiri tidak paham dengan maksud Pemkot Bekasi yang menuding Pemprov DKI belum menunaikan kewajiban dana kompensasi kepada warga Bantargebang. Namun, kabar yang beredar luas menyebutkan jika Pemkot Bekasi menaikkan proposal dana hibah untuk pembangunan infrastruktur, sebesar Rp2 triliun lebih.
"Kalau itu maksudnya apa, saya pun tidak tahu. Yang jelas, dana hibah itu selalu diterima warga sampai saat ini," akunya.