Erdogan: Siapa pun Terlibat Pembunuhan Khashoggi Tak Akan Lolos dari Hukum

Agregasi VOA, · Kamis 25 Oktober 2018 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 25 18 1968671 erdogan-siapa-pun-terlibat-pembunuhan-khashoggi-tak-akan-lolos-dari-hukum-0OJN4GCNmY.jpg Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. (Foto: Reuters)

ANKARA — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Rabu 24 Oktober 2018 mengatakan bahwa siapa pun yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi, tidak akan "lolos" dari jeratan hukum.

Berbicara di ibu kota Ankara, Erdogan melanjutkan pernyataan yang disampaikannya di hadapan parlemen Turki pada Selasa 23 Oktober itu. Ia memerinci apa yang disampaikannya sebagai hal yang sudah direncanakan untuk membunuh wartawan Jamal Khashoggi (59) ketika datang ke Kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Erdogan pada Rabu kemarin mengatakan Turki tidak akan pernah membiarkan propaganda untuk menutupi kebenaran "disebarluaskan dari tempat-tempat tertentu".

(Baca juga: Erdogan Sebut Kematian Jamal Khashoggi adalah Pembunuhan Berencana)

"Kita bertekad tidak akan membiarkan upaya menutup-nutupi pembunuhan ini dan akan memastikan agar semua yang bertanggung jawab, mulai dari yang memerintahkan hingga yang melaksanakan pembunuhan ini, tidak lolos dari hukum. Ini bukan hanya tanggung jawab kami kepada Jamal Khashoggi yang dibunuh dengan kejam di dalam negara kami, tetapi juga pada masyarakat internasional, pada hukum dan keadilan," tegasnya.

Erdogan membantah klaim Arab Saudi bahwa "agen-agen jahat" yang bertanggung jawab. Ia menambahkan, seluruh bukti yang dikumpulkan menunjukkan bahwa Jamal Khashoggi adalah korban "pembunuhan biadab".

Jamal Khashoggi. (Foto: Reuters)

Pejabat-pejabat Arab Saudi awalnya mengatakan kolumnis surat kabar Washington Post itu telah meninggalkan kantor konsulat dan mereka tidak tahu di mana keberadaannya.

Beberapa hari kemudian mereka mengatakan Khashoggi tewas dalam perkelahian di dalam konsulat. Pernyataan terbaru, mereka menyebut Khashoggi meninggal karena dipiting ketika coba meninggalkan kantor konsulat untuk meminta bantuan.

(Baca juga: Erdogan Tegaskan Khashoggi Korban Pembunuhan Biadab)

Erdogan menuntut siapa pun yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi "harus diseret ke muka hokum". Ia juga menyarankan agar 18 orang yang ditangkap Arab Saudi terkait insiden ini diadili di Istanbul.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa lalu mengatakan otoritas berwenang di Arab Saudi telah mempertontonkan "satu upaya menutup-nutupi yang paling buruk dalam sejarah" dengan beberapa pernyataan terhadap pembunuhan Khashoggi. Sang jurnalis senior itu sendiri diketahui sebagai pengkritik keras Arab Saudi yang tinggal di AS.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini