Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Massa di Iran Bakar Bendera AS dan Patung Trump Jelang Berlakunya Sanksi

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 05 November 2018 |10:48 WIB
Massa di Iran Bakar Bendera AS dan Patung Trump Jelang Berlakunya Sanksi
Demonstran membakar dolar dalam unjuk rasa di depan lokasi bekas kedutaan AS di Teheran, 4 November 2018. (Foto: AFP)
A
A
A

TEHERAN – Ribuan orang turun ke jalan-jalan Teheran dalam sebuah demonstrasi anti-Amerika Serikat (AS), beberapa jam sebelum sanksi yang dijatuhkan Washington terhadap Iran berlaku. Massa meneriakkan kecaman terhadap Washington dalam demonstrasi yang bertepatan dengan peringatan penyerangan kedutaan besar AS di Teheran pada 1979.

Video yang beredar memperlihatkan massa yang membawa spanduk-spanduk anti-AS di Teheran pada Minggu, membakar boneka Presiden AS, Donald Trump dan uang kertas pecahan USD100 di depan lokasi yang dulu menjadi tempat berdirinya kedutaan AS. Sejumlah massa lainnya juga terlihat membakar bendera AS.

BACA JUGA: AS Ancam Jatuhkan Sanksi Terberat dalam Sejarah Terhadap Iran

Media lokal melaporkan, demonstrasi serupa juga terjadi di tempat-tempat lain di seluruh negeri.

Sebagian warga Iran mengatakan bahwa mereka telah terbiasa dengan sanksi ekonomi dan ini bukan pertama kalinya negara mereka dijatuhi sanksi. Beberapa warga lainnya menganggap sanksi tidak akan berdampak besar pada kehidupan rakyat. Namun, ada juga yang merasa sanksi tersebut akan dirasakan dampaknya dan dapat menimbulkan masalah dalam masyarakat.

Mengenai sanksi minyak, kami pernah mengalaminya pada periode sebelumnya dan kami juga bisa melewatinya, ” kata seorang pria bernama Moaref sebagaimana dilansir RT, Senin (5/11/2018). Sementara seorang perempuan bernama Tahereh mengatakan, meski dampaknya mungkin tidak terlihat di pasar, “sanksi itu pasti akan mempengaruhi kehidupan warga Iran”.

BACA JUGA: Trump Tarik Amerika Serikat Keluar dari Kesepakatan Nuklir Iran

Tanggal 4 November menandai 39 tahun sejak pengambilalihan kedutaan AS pada 1979. Saat itu mahasiswa Iran menyerbu kompleks diplomatik AS, menyandera 52 staf kedutaan selama 444 hari sampai krisis diakhiri pada Januari 1981. Insiden tersebut menyebabkan Iran dan AS memutuskan hubungan diplomatik yang sampai hari ini tak pernah dipulihkan.

Iran merayakan peristiwa itu setiap tahunnya sebagai sebuah pukulan keras terhadap Washington yang mendukung diktator Shah Mohammad Reza Pahlevi, sampai pemerintahannya digulingkan pada 1979. Lokasi bekas kedutaan AS yang disebut sebagai “sarang mata-mata” oleh warga lokal itu kini dijadikan pusat budaya.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement