nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Putar Rekaman Idrus Minta Jatah USD2,5 Juta dari Proyek PLTU Riau-1

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 22:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 08 337 1975302 kpk-putar-rekaman-idrus-minta-jatah-usd2-5-juta-dari-proyek-pltu-riau-1-fmHYlXWrqT.JPG Idrus Marham (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Sekjen Partai Golkar, Idrus Marham sebagai saksi untuk tersangka Eni Maulani Saragih. Pada pemeriksaan kali ini, penyidik memperdengarkan ke Idrus soal hasil sadapan KPK terkait suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1.

Dalam rekaman sadapan tersebut terjadi percakapan antara Idrus dan Eni yang meminta jatah sebesar USD2,5 juta ke pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo terkait pengurusan proyek mulut tambang Riau-1.

"Idrus Marham diperiksa sebagai sakdi, tadi diperdengarkan rekaman komunikasi antara dirinya dengan ES (Eni Saragih) terkait USD2,5 juta," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (8/11/2018).

Sementara itu, usai diperiksa KPK sebagai saksi, Idrus berkelit soal adanya permintaan uang sebesar USD2,5 juta ke Johanes Kotjo. Idrus mengklaim tidak pernah meminta uang kepada Johanes Kotjo.

"Apanya, itu ndak saya kira, yang mana itu? Mana enggak pernah saya bilang minta. Mana ah enggak ada," kata Idrus usai diperiksa KPK.

‎Sebelumnya, tim jaksa penuntut umum pada KPK sempat memutar rekaman sadapan percakapan yang mengungkap adanya permintan fee untuk mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham ‎dari proyek pembangunan PLTU Riau-1. Rekamannya diputar di sidang Johanes Kotjo, beberapa waktu lalu.

Idrus Marham

Percakapan yang diputar tim Jaksa KPK itu terjadi antara Idrus Marham dengan anggota Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih yang juga kader Partai Golkar. Dalam percakapan tersebut, Idrus diduga meminta jatah 2,5 Juta Dollar Ameriksa Serikat kepada pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo.

Berikut petikan percakapan Idrus dengan Eni yang membahas proyek PLTU Riau-1 :

Eni: Karena dulu saya ingetin untuk suruh tanda tangan. Begitu tanda tangan ini, seminggu kemudian udah bang. Minimal ya tiga puluh, empat puluh juga yang dia terima, bagaimana?

Eni: Saya tinggal kemarin saya cuma di ...mungkin Abang paling dikasi satu juta

Idrus: Oh jangan, bilangin si Kotjo, lu jangan, enggak mau bilang

Eni: Nah, makanya, makanya kita bilang tarik dulu dong besok kita ganti gitu, dengan yang lain

Idrus: he eh Bu bukan bilangin, bilangin ngambil itu jangan, ngambil lagi bilangin Kotjo

Eni: Nanti nanti Gua omongin

Idrus: Bilang saja, Bang Idrus itu karena dia lagi ini, dia minta sendiri 2,5 gitu

Eni: He eh.

Idrus: Bilang saja langsung.

Diduga, permintaan uang Idrus ke Johannes Kotjo untuk biaya maju menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Setya Novanto (Setnov) yang tertangkap tangan ‎oleh KPK. ‎Tapi Idrus gagal menjadi Ketum Golkar karena Setnov saat itu menang praperadilan.

Sekiranya, rekaman tersebutlah yang diperdengarkan penyidik kepada Idrus pada pemeriksaan hari ini. Kata Febri, penyidik memang sedang mendalami percakapan permintaan uang antara Eni Saragih dan Idrus Marham terkait proyek PLTU Riau-1 tersebut.

"Penyidik perlu memperdalam beberapa fakta terkait hal tersebut," pungkas Febri.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Ketiganya yakni, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Eni diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai USD900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini