nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eni Saragih Akui Terima Uang Selain dari Proyek PLTU Riau-1

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 13:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 09 337 1975513 eni-saragih-akui-terima-uang-selain-dari-proyek-pltu-riau-1-u8j1snWLDM.jpg Eni Maulani Saragih (Foto: Ist)

JAKARTA - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih mengakui menerima uang selain dari proyek pembangunan PLTU Riau-1. Menurut Eni, penerimaan-penerimaan lainnya tersebut kemungkinan akan dibeberkan tim jaksa KPK dalam dakwaannya.

"Y‎a memang saya ada penerimaan yang lain, sudah saya sampaikan ke penyidik, nanti kita lihat di surat dakwaan saja," ‎kata Eni usai menjalani pemeriksaan tahap akhir dalam proses penyidikan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jumat (9/11/2018).

Eni Maulani Saragih akan segera menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (‎Tipikor) Jakarta, dalam waktu dekat. KPK menyatakan, bahwa berkas penyidikan Eni dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 lengkap dan telah dilimpahkan ke penututan.

Eni Saragih 

Politikus Golkar tersebut juga berjanji akan kooperatif dengan KPK, sejalan dengan permohonan Justice Collaborator (JC) yang telah diajukannya. Dia akan membeberkan keterlibatan pihak lain, termasuk soal uang yang diterimanya dari pemilik perusahaan batu bara PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan.

"Nanti aja (soal peran Samin Tan) ntar habis dong‎. Insya Allah‎ (akan dibeberkan)," terangnya.

Samin Tan sendiri merupakan ‎salah satu saksi penting yang dicegah untuk berpergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan. Samin Tan dicegah ke luar negeri berkaitan dengan kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1.

(Baca Juga: Kode "Buah" Jadi Tanda Terima Uang Rp1 Miliar untuk Eni Saragih)

Nama Samin Tan sendiri pernah muncul dalam sidang Johanes Budisutrisno Kotjo. Samin Tan disebut oleh saksi Tahta Maharaya pernah memberikan uang sebesar Rp1 miliar untuk Eni Maulani Saragih melalui stafnya.

Uang sebesar Rp1 miliar diberikan oleh seorang Staf Samin Tan kepada staf Eni, Tahta Maharaya dalam sebuah tas dengan diberi kode 'buah'. Uang tersebut diduga suap untuk memuluskan sebuah proyek.

 Eni Saragih

Samin Tan juga pernah diperiksa oleh KPK pada 13 September 2018 sebagai saksi. Saat itu, penyidik mendalami hubungan atau kerjasama antara Samin Tan dengan tersangka Idrus Marham.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1. Ketiganya yakni, eks Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johanes B Kotjo, dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

(Baca Juga: Eni Saragih Bakal Bongkar Keterlibatan Pihak Lain di Kasus PLTU Riau-1)

Eni diduga bersama-sama Idrus menerima hadiah atau janji dari Kotjo. Eni diduga menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Uang itu adalah jatah Eni untuk memuluskan perusahaan Kotjo menggarap proyek senilai USD900 juta.

Penyerahan uang kepada Eni tersebut dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp4 miliar sekitar November-Desember 2017 dan Rp2,25 miliar pada Maret-Juni 2018‎. Idrus juga dijanjikan mendapatkan jatah yang sama jika berhasil meloloskan perusahaan Kotjo.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini