nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Sita Tanah Senilai Rp6 Miliar terkait Pencucian Uang Adik Zulhas

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 15:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 09 337 1975563 kpk-sita-tanah-senilai-rp6-miliar-terkait-pencucian-uang-adik-zulhas-YGxGAUea0H.jpg Zainudin Hasan (Foto: Ist)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita sebidang tanah senilai Rp6 miliar yang diduga merupakan hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Bupati Lampung Selatan, Zainuddin Hasan.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan, aset tanah milik Adik Zulkifli Hasan (Zulhas) yang disita lembaga antirasuah tersebut di atasnya berdiri pabrik perusahaan aspal Mix Plant PT Krakatau Karya Indonesia (KKI). Penyitaan dilakukan pada pekan ini.

"Minggu ini, KPK lakukan penyitaan tanah yang di atasnya berdiri perusahaan aspal Mix PT Krakatau Karya Indonesia (KKI) yang berada di Desa Campang Tiga, Sidomulyo‎, Lampung Selatan. Estimasi nilai sekitar Rp6 miliar," kata Febri melalui pesan singkatnya, Jumat (9/11/2018).

‎Sebelumnya, KPK sendiri telah menyita 16 bidang tanah di Lampung Selatan dengan luas masing-masing bidangnya sekira 1 sampai 2 hektare. 16 bidang tanah tersebut disita terkait TPPU Zainuddin Hasan.

(Baca Juga: KPK Sita 16 Bidang Tanah Terkait Pencucian Uang Adik Zulkifli Hasan)

KPK menelisik 16 bidang tanah tersebut telah ‎disamarkan oleh Zainuddin Hasan dengan mengatasnamakan anaknya serta pihak-pihak lain. Saat ini, KPK masih menelusuri aset-aset lain hasil pencucian uang adik kandung Zuklifli Hasan (Zulhas) tersebut.

 Zainuddin Hasan

Kata Febri, tanah senilai Rp6 miliar yang baru disita KPK pada pekan ini tersebut akan menjadi deretan ‎aset yang diduga hasil pencucian uang Zainuddin Hasan. "Ini menambah deretan aset yang diduga milik ZH dalam kasus TPPU," terangnya.

KPK sendiri telah menetapkan adik Zulkifli Hasan, Zainudin Hasan sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). ‎Zainudin Hasan diduga telah menerima fee dari sejumlah proyek sebesar Rp57 miliar.

Uang tersebut diterima Zainudin melalui Anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha yang berasal dari sejumlah proyek pada Dinas PUPR. KPK menduga Zainudin melalu Agus Bhakti membelanjakan penerimaan dana-dana tersebut untuk membayar aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarga.

(Baca Juga: Jadi Terdakwa Korupsi, Bupati Lampung Selatan Nonaktif Menangis Usai Sidang)

Atas perbuatannya, Zainudin disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto ‎Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

KPK

Zainuddin Hasan sendiri telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan sejumlah proyek di Lampung Selatan. ‎ Zainudin Hasan dan kroni-kroninya‎ diduga menerima suap sebesar Rp56 miliar dari sejumlah proyek milik Dinas PUPR.

Dalam perkara suap, Zainuddin Hasan ditetapkan sebagai tersangka bersama‎ tiga orang lainnya. Tiga tersangka tersebut yakni, Anggota DPRD Lampsel, Agus Bhakti Nugraha; Kadis PUPR Lampsel, Anjar Asmara; serta Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini