nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belasan Nelayan Aceh yang Ditangkap Polisi Myanmar Belum Bisa Ditemui

Antara, Jurnalis · Senin 12 November 2018 10:53 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 12 340 1976526 belasan-nelayan-aceh-yang-ditangkap-polisi-myanmar-belum-bisa-ditemui-SvJwD4KUew.jpg ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BANDA ACEH - Panglima Laot, lembaga yang menaungi nelayan di Aceh, menyatakan, belasan nelayan yang ditangkap otoritas Myanmar pekan lalu belum bisa ditemui.

"Informasi yang kami terima tim KBRI Yangon, Myanmar belum bisa menemui nelayan Aceh yang ditangkap di negara itu," kata Wakil Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek di Banda Aceh, Senin (12/11/2018).

Ia mengatakan, KBRI Yangon sudah menugaskan pejabat fungsi protokol dan konsuler beserta dua staf lokal guna berkoordinasi dan menjumpai langsung para nelayan yang ditahan tersebut. Namun, sebut dia, mereka mengalami kesulitan karena belum ada persetujuan tertulis dari pihak terkait dalam hal ini adalah Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Myanmar.

KBRI Yangon juga sudah berusaha menghubungi Mendagri Myanmar melalui kepala protokol Menteri Dalam Negeri (Mendagri), namun belum direspons.

Karena sulitnya birokrasi di Myanmar, KBRI Yangon telah berkoordinasi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk meminta agar Kedutaan Myanmar di Jakarta menjembatani komunikasi Otoritas Kawthoung, Myanmar.

"Sampai dengan saat ini tim KBRI Yangon beserta dua staf lokal masih berada di Kawthoung serta mengupayakan agar bisa bertemu secara langsung dengan para nelayan WNI yang ditahan tersebut," kata Miftach Cut Adek.

Nelayan

Sebelumnya, 16 nelayan asal Aceh Timur, dilaporkan ditangkap dan kini ditahan di Kantor Polisi Kawthaung, Provinsi Tanintharyi, Myanmar sejak Selasa 6 November 2018 lalu. Ke-16 nelayan yang dilaporkan ditangkap tersebut yakni Jamaluddin, Nurdin, Samidan, Efendi, Rahmat, Saifuddin, Nazaruddin, Syukri, Darman, Safrizal, Umar, M Aris, Jamaluddin, Sulaiman, M Akbar, dan Paiturahman.

Mereka melaut dengan Kapal Motor (KM) Bintang Jasa yang berangkat dari Kuala Idi, Aceh Timur, pada 31 Oktober 2018. Mereka ditahan karena diduga masuk perairan Myanmar tanpa izin alias ilegal.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini