Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hadir di Rumah Duka Pramugari JT-610, Manajemen Lion Air: Ini Tanggung Jawab Kami

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 14 November 2018 |18:30 WIB
Hadir di Rumah Duka Pramugari JT-610, Manajemen Lion Air: Ini Tanggung Jawab Kami
Pramugari Korban Lion Air (Avirista Midaada/Okezone)
A
A
A

MADIUN - Jasad pramugari Lion Air JT-610 Alfiani Hidayatul Solikah dimakamkan di TPU Desa Mojorejo, diantar oleh ratusan pelayat, termasuk rekan pramugari Lion Air dan manajemen Lion Air.

Station Manager Lion Air Solo, Aditya Yuda menyatakan pihaknya mewakili pribadi dan institusi Lion Air turut berbelasungkawa sedalam - dalamnya atas kehilangan Alfiani bagi keluarganya.

 Baca juga: Tim DVI Polri Sudah Identifikasi 89 Korban Lion Air

"Kami datang ke rumah duka sebagai wujud belasungkawa mewakili manajemen Lion Air. Kami berbelasungkawa sedalam - dalamnya," ujar Aditya Yuda kepada awak media, Rabu siang (14/11/2018) di rumah duka Dusun Gantrung, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Terkait kompensasi dan santunan yang menjadi tanggung jawab perusahaan, Aditya memastikan manajemen akan mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah.

https://img-z.okeinfo.net/library/images/2018/11/14/lqzdvmowd1b8w266vr2x_13163.jpg

"Terlebih status Alfiani sebagai karyawan sejak 2018. Saat ini masih diselesaikan identifikasi korban semua baru mengurusi masalah kompensasi dan lain - lain dari manajemen. Yang pasti manajemen akan berikan sesuai ketentuan pemerintah," lanjutnya.

 Baca juga: Boeing Dituduh Sembunyikan Informasi yang Mungkin Sebabkan Jatuhnya Lion Air JT-610

Sementara itu, Camat Kebonsari Supriadi yang juga turut melayat menyatakan akan membantu segala proses kepengurusan administrasi terkait pencairan kompensasi asuransi dan lain - lainnya.

"Kita akan bantu bila keluarga memerlukan proses administrasi santunan ataupun kompensasi lainnya," terang Supriadi.

Ia mewakili Pemkab Madiun mengungkapkan akan membahas bantuan pemulihan psikis bagi keluarga Alfiani. Tak hanya psikis, pihaknya juga mengusahakan untuk memantau kesehatan medis keluarga ahli waris Alfiani pasca peristiwa tersebut.

 Baca juga: Tim DVI Polri Berhasil Identifikasi 4 Korban Lion Air

Alfiani Hidayatul Solikah menjadi salah satu dari 188 orang yang menaiki pesawat naas Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 lalu.

Jasad Alfiani sendiri baru teridentifikasi pada Selasa 13 November 2018 berkat kecocokan pada data DNA dengan keluarga korban.

Bersama dua orang lainnya yakni Adonia Magdiel Bongkal dan Andrea Manfredi jasad Alfiani berhasil tim DVI Polri di RS Bhayangkara.

Total pesawat naas yang ditumpangi 178 penumpang dewasa, satu anak, dua bayi, lima awak kabin, dan dua penerbang akhirnya dinyatakan jatuh di kawasan perairan Karawang, Jawa Barat.

(Fakhri Rezy)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement