BEIJING – Pengadilan China menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara untuk seorang penulis buku homoerotis yang dinyatakan bersalah telah mengambil keuntungan dari penjualan karye literatur tak senonoh. Hukuman tersebut menimbulkan reaksi warganet yang tidak percaya akan hukuman berat untuk kejahatan yang dinilai ringan.
Penulis yang diketahui bermarga Liu itu dinyatakan bersalah pada 31 Oktober oleh pengadilan wilayah Wuhu di Provinsi Anhui timur setelah dia menerbitkan sebuah buku yang menurut media pemerintah "menjijikkan dan secara detail menggambarkan tindakan seorang pria gay ".
BACA JUGA: China Tawarkan Rp1,2 Miliar pada Warga yang Laporkan Konten Pornografi
Diwartakan Reuters, Senin (19/11/2018), pengadilan menjatuhkan hukuman berat itu karena Liu telah mendapatkan keuntungan sebesar 150.000 yuan (sekira Rp313 juta) dengan menjual lebih dari 7.000 eksemplar buku tersebut.
Kasus itu menjadi viral di media sosial China pada akhir pekan saat warganet mempertanyakan bagaimana hukuman semacam itu masuk akal ketika beberapa kasus kekerasan seksual seringkali mendapat hukuman yang lebih ringan.
Seorang warganet membagikan artikel tentang sebuah kasus dari 2010 ketika seorang pria dipenjara selama 18 bulan karena memenjarakan anak-anak. Dia berkomentar: “Saya tidak mengerti hukum, tetapi ada orang-orang yang melakukan hal-hal yang tidak manusiawi seperti ini dan hanya mendapatkan hukuman penjara satu tahun dan setengah”.
Pornografi telah lama dinyatakan ilegal di China, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, Partai Komunis telah mengintensifkan upaya untuk membersihkan konten-konten yang mereka anggap tidak pantas dan memperkenalkan undang-undang baru, hadiah dan hukuman untuk membantu tujuan tersebut.
BACA JUGA: Pria China Lari ke AS Setelah Ajari Warga Kelabui Sensor Internet Great Firewall
Pada Sabtu, Pihak berwenang China meluncurkan kampanye untuk "memberantas pornografi dan publikasi ilegal" dengan menawarkan hadiah lebih dari 600.000 yuan (sekira Rp1,2 miliar) untuk warga yang melaporkan konten terlarang kepada polisi.
Sebelumnya, pada April, Weibo, jejaring sosial semacam Twitter di China, mengumumkan keputusan untuk menghapus konten pornografi, kekerasan atau gay, khususnya animasi manga yang sering menggambarkan hubungan laki-laki gay yang vulgar, Namun, keputusan tersebut dibatalkan setelah muncul kritik yang meluas.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.