nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terdakwa Penyuap Bupati Labuhanbatu Dituntut 4 Tahun Penjara

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Kamis 22 November 2018 23:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 22 608 1981463 terdakwa-penyuap-bupati-labuhanbatu-dituntut-4-tahun-penjara-xahOUZGBYt.jpg

MEDAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dody Sukmono dan Agung Prasetyo Wibowo, menuntut pengusaha Effendy Syahputra alias Asiong dengan pidana penjara selama 4 tahun. Asiong juga dituntut dengan pidana denda senilai Rp.100 juta subsider 2 bulan kurungan.

Kontraktor yang menjadi rekanan pemerintah Kabupaten Labuhanbatu itu, dituntut pidana setelah sebelumnya didakwa melakukan suap secara berulang kepada Bupati Non-aktif Kabupaten Labuhanbatu, Pangonal Harahap.

Asiong didakwa telah menyerahkan uang senilai Rp.42 miliar ditambah SGD 218 Ribu kepada Pangonal, untuk mendapatkan proyek di Kabupaten Labuhanbatu di tahun 2016, 2017 dan tahun 2018.

"Meminta kepada majelis hakim yang mengadili dan menyidangkan perkara ini agar menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara,denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan kepada terdakwa Effendy Syahputra alias Asiong,"ucap Jaksa KPK saat membacakan amar tuntutannya dalam persidangan di Ruang Utama Pengadilan Negeri Medan, yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Irwan Effendy, Kamis (22/11/2018).

Menurut JPU, terdakwa Asiong telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar ketentuan pada Pasal 5 ayat (1) huruf (a) UU No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, juncto Pasal 20 sebagaimana diubah dalam UU No 31 Tahun 2001 juncto pasal 64 ayat KUHPidana.

Adapun hal yang memberatkan terdakwa,kata JPU bahwa perbuatannya bertentangan dengan program pemerintah RI yang sedang gencarnya melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.Sedangkan hal meringankan,terdakwa belum pernah dihukum, berlaku sopan selama persidangan dan memiliki tanggungan keluarga.

Dalam uraian yuridisnya, jaksa menyebutkan, bahwa pada akhir tahun 2016 terdakwa melalui Bank Sumut dan Bank BCA menyetorkan sejumlah dana melalui rekening orang kepercayaan Bupati Pangonal Harahap, seperti Abu Yazid, Antony Hasibuan, dengan total mencapai Rp 12 miliar.

Pemberian uang kepada Bupati Pangonal oleh terdakwa terus berlangsung hingga tahun 2018,termasuk pemberian 218 ribu dollar Singapura.

Dirincikan lagi, uang juga beberapa kali diserahkan sebagai komitmen fee, melalui cek dan transfer, melaui Abu Yazid, Anthony Hasibuan, Thamrin Ritonga dan Umar Ritonga.

"Pemberian uang kepada Bupati Pangonal, melalui orang yang sama baik melalui tranfers, Cek maupun pemberian langsung di rumah dinas Bupati terus berlangsung hingga tahun 2018,"ungkap Jaksa.

Uang suap yang diberikan ke Pangonal itu untuk mendapatkan proyek pembangunan sejumlah ruas Jalan Propinsi dan Jalan Kabupaten di Labuhan Batu.

"Semua paket pekerjaan baik berupa proyek APBD Kabupaten Labuhan Batu maupun APBD Propinsi Sumut diberikan kepada Asiong.",tandas JPU.

Sementara itu kuasa hukum terdakwa, Pranoto, tampak tidak menyangka dengan tuntutan 4 tahun terhadap kliennya.

"Diluar perkiraan kita, namun kita akan melakukan pembelaan yang akan kita bacakan nanti, tadinya kita berpikir, maksimal 3 tahun atau 2,6 tahun,”pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini