nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tangkap 2 Terduga Teroris, Bripka Andreas Terima Penghargaan

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 30 November 2018 19:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 30 519 1985197 tangkap-2-terduga-teroris-bripka-andreas-terima-penghargaan-Z86xYcjtLL.jpg Bripka Andreas Menerima Penghargaan dari Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan (foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Keberanian Bripka Andreas patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, meski dalam kondisi terluka tetap mengejar dua pelaku penyerangan pos polisi di dekat WBL Lamongan.

Atas keberanian tersebut, Bripka Andreas mendapat penghargaan dari Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan. Pasalnya Andreas dianggap berjasa dalam menangkap dua pelaku yang merupakan terduga teroris.

(Baca Juga: Terorisme Masih Jadi Ancaman Jelang Natal dan Tahun Baru) 

Kapolda Jatim memberikan piagam dan tali asih pada Andreas yang sedang duduk di kursi roda. Maklum Andreas belum pulih total pasca menjalani operasi mata karena diserang dengan ketapel oleh pelaku yang terduga teroris itu.

Mata kanan Andreas masih ditutup dengan kapas usai menjalani operasi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim. Penglihatan Andreas masih buram, dan masih terus mendapat perawatan dari tim dokter.

"Kami memberikan penghargaan pada Bripka Andreas sebagai apresiasi atas keberaniannya berhasil menangkap dua pelaku penyerangan pos lantas di Lamongan," terang Luki, Jumat (30/11/2018).

Menurut Luki, apa yang dilakulan Andreas seperti saat dirinya bertugas di lapangan. Andreas tetap mengejar kedua pelaku sampai ditangkap walaupun diserang. Bahkan serangan pelaku mengenai mata Andreas hingga harus menjalani operasi.

"Bripka Andreas layak mendapat penghargaan karena keberaniannya. Luar biasa meski terluka tetap mengejar pelaku sampai ditangkap," tukas Luki.

(Baca Juga: Kapolri Tekankan Pentingnya Kerja Sama Cegah Aliran Dana Teroris) 

Kasus penyerangan terhadap Bripka Andreas yang dilakukan oleh ER dan MSA pada 20 November 2018 sekira pukul 01 30 WIB itu ditangani Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Untuk pelaku ER merupakan pecatan polisi, yang sebelumnya terlibat kasus pembunuhan terhadap guru ngaji di Sidoarjo.

Densus 88 mengambil alih kasus ini karena disinyalir kedua pelaku berkaitan dengan kelompok radikal. Sebab saat dilakukan penggeledahan di rumah masing-masing ditemukan buku-buku yang berhubungan dengan kelompok radikal.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini