nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mayat Bocah Penuh Luka Aneh Ditemukan Mengapung di Sungai

Herman Amiruddin, Jurnalis · Minggu 02 Desember 2018 21:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 02 609 1985829 mayat-bocah-penuh-luka-aneh-ditemukan-mengapung-di-sungai-A7lH0U9VEG.jpg Mayat bocah penuh luka aneh di wajah ditemukan warga di sungai (Foto: Herman/Okezone)

TAKALAR - Seorang bocah pengembala ternak bernama Fatir (15) ditemukan tewas penuh luka aneh di bagian wajahnya. Kondisi mayat bocah itu cukup memprihatikan pada bagian wajahnya terdapat beberapa luka serius.

Kasat Reskrim Polres Takalar AKP Warpa mengatakan berdasarkan informasi dari pihak keluarga bahwa korban meninggalkan rumah sehari sebelum korban ditemukan. Korban saat itu menuju ke lokasi tempat menggembala ternaknya.

Hal ini sudah menjadi pekerjaan sehari-harinya Fatir bersama dengan pengembala ternak lainnya. Namun, pada malam harinya korban tidak pulang ke rumah seperti biasanya.

Sehingga pihak keluarga bersama warga setempat melakukan pencarian dimana kebiasaan korban melakukan menggembala ternak.

"Namun tidak ditemukan. Nanti keesokan harinya sekira pukul 09.00 Wita korban ditemukan oleh keluarganya," kata Warpa kepada Okezone Minggu (2/12/2018)

(Baca Juga: Warga Dihebohkan Penemuan Mayat Wanita Pakai Helm di Kebun)

Penemuan mayat ini ditemukan pertama kali oleh keluarganya di Dusun Kampung Beru Desa Bontoparang Kecamatan Mangarabombang. Yakni Sangkala Daeng Tawang (50) dan Daeng Tunru (50) di dalam sungai dalam keadaan mengapung dengan mengalami luka yang tidak beraturan pada bagian muka.

"Saat ini penyebab kematian korban masih kami dalami dan menunggu hasil autopsi pihak rumah sakit," tutur Warpa.

Sementara Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi mengaku telah mendapat kabar temuan mayat lelaki tersebut oleh Polres Takalar.

Menurut informasi yang diterimanya dari keterangan saksi yang dimintai keterangannnya menyebutkan jika sebelum korban ditemukan pada hari Sabtu 1 Desember, sekira pukul 08.00 Wita.

Korban bernama Fatir meninggalkan rumahnya. Ia seperti biasanya melakukan aktivitasnya megembala sapi. Korban tak seorang diri mengembala sapi ternak. Namun ia bersama lelaki bernama Pe'lo dan Mantang.

"Ketika malam harinya korban yakni Fahri tak kunjung pulang. Pihak keluarga pun cemas. Sehingga berinisiatif melakukan pencarian dilokasi tempatnya biasa mengembala ternak," ungkap Dicky.

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pajonga Daeng Ngalle untuk dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya tim Inafis Polres Takalar membawah jenazah sang bocah ke RS Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi.

Kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Polres Takalar untuk diketahui penyebab kematian korban. Polisi juga telah memasang garis polisi dilokasi penemuan mayat.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini