JAKARTA - Aparat Polrestabes Surabaya membubarkan aksi yang digelar Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dengan memulangkan ratusan orang yang tergabung di dalamnya ke daerah asal masing-masing.
Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Syahar Diantono mengatakan dalam pembubaran aksi tersebut polisi tidak menangkap mahasiswa.
"Polrestabes dan Polda Jawa Timur tidak melakukan penangkapan. Hanya melakukan pengamanan untuk mencegah rekan mahasiswa dari Papua yang dihadang oleh masyarakat setempat," kata Syahar, di Mabes Polri, Senin, (3/12/2018).
Baca Juga: Berbau Makar, Polisi Bubarkan Aksi Aliansi Mahasiswa Papua

Setelah dievakuasi, para mahasiswa tersebut, langsung dipulangkan ke daerah asalnya. Namun Ia tak menyebut berapa total mahasiswa yang sudah dipulangkan.
"Jadi, kalau ada kabar penangkapan mahasiswa Papua, Polda Jawa Timur menyatakan bahwa itu tidak benar. Sekarang semua sudah dipulangkan," tuturnya.
Syahar juga membantah soal adanya warga negara Australia yang turut ditahan di waktu yang sama. Menurutnya, WNA tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus ini. "(WNA) Sudah kita klarifikasi, tidak ada itu, tidak ada," ungkapnya.
Sementara itu diketahui Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Rudi Setiawan memulangkan para mahasiswa yang mengikuti aksi tersebut pada Minggu 2 Desember 2018 dini hari sekira pukul 01.00 WIB. Rudi menyebut total personel Aliansi Mahasiswa Papua yang diamankan berjumlah 233 orang.
(Edi Hidayat)