nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gerakan 212 Diharapkan Tak Dipersempit oleh Kepentingan Politik Praktis

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 03 Desember 2018 19:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 03 337 1986333 gerakan-212-diharapkan-tak-dipersempit-oleh-kepentingan-politik-praktis-GqX6mvDxhX.jpeg Reuni Aksi 212 di Monas, Jakarta (Foto: Ist)

JAKARTA - Kemurnian gerakan 212 mulai diragukan menyusul kembali digelarnya reuni aksi 212 pada Minggu 2 Desember 2018. Sebab, gerakan tersebut belakangan kian bernuansa politis.

Abdul Aziz, Ketua Umum KNPI menuturkan, seharusnya kekuatan umat yang begitu besar dikembalikan untuk kepentingan dan persatuan umat, bukan malah dipersempit menjadi kepentingan politik saja. Ia pun sangat menyayangkan aksi tersebut syarat kepentingan politik.

“Sangat disayangkan rasanya di saat bangsa Indonesia seharusnya bersatu dalam kebersamaan dan keragaman, 212 sebagai gerakan yang murni dari masyarakat ini justru dibelokkan menjadi kepentingan politik tertentu," ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Senin (3/12/2018).

(Baca Juga: Jokowi Absen di Reuni 212, KSP Moeldoko: Beliau Pilih Sejahterakan Rakyat)

Abdul Aziz mengaku merupakan alumni dari gerakan 212. Kala itu, ia merasakan napas gerakan tersebut sangat jelas, yakni menegakkan marwah agama.

“Namun, saya tetap mengapresiasi gerakan 212 bisa berjalan tertib dan bermartabat, dan saya selalu berharap gerakan ini tidak dipersempit oleh kepentingan politik praktis," pungkasnya.

Reuni Aksi 212

Aksi tersebut diketahui turut dihadiri Calon Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh politik pendukungnya. Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ikut menyampaikan pesan melalui sebuah rekaman, agar menjaga perdamaian dan pernyataan kontroversi yang menekankan bahwa 2019 ganti presiden.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini