nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Habib Bahar Siap Terima Risiko jika Langsung Ditersangkakan Polisi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 04 Desember 2018 08:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 04 337 1986500 habib-bahar-siap-terima-risiko-jika-langsung-ditersangkakan-polisi-ePDoMZKItq.jpg Habib Bahar bin Smith (Ist)

JAKARTA – Pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Habib Bahar bin Smith, menyatakan telah menerima surat panggilan pemeriksaan dari pihak kepolisian. Habib Bahar akan memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis, 6 Desember 2018.

Habib Bahar meng‎aku akan datang sendiri ke Bareskrim Mabes Polri untuk memenuhi panggilan sebagai saksi. Jika pihak kepolisian langsung menetapkannya sebagai tersangka usai dilakukan pemeriksaan, Habib Bahar siap menerima risiko dan akan menghubungi keluarga untuk menyiapkan pakaian.

"Ya saya rencana datang sendiri, kalau saudara-saudara alumni 212 mau ngawal ya silakan. Kalau langsung ditetapkan tersangka, ya saya telepon keluarga suruh bawa pakaian," tutur Habib Bahar saat berbincang dengan Okezone, Selasa (4/12/2018).

Habib Bahar tidak ragu untuk kooperatif memenuhi panggilan pemeriksaan lusa nanti. Dia berani bertanggung jawab atas isi ceramahnya yang diduga menyinggung Jokowi sebagai banci. Menurut Bahar, isi ceramahnya tersebut merupakan kritikan keras terhadap pemerintah.‎

"Ya kita berani berkata, berani tanggung jawab. Saya ngasih kritik seperti itu kalau dianggap suatu kesalahan. Karena kritik itu ada kritik yang lembut, ada kritik yang keras. Mungkin saya salah satu kritik yang keras," ungkapnya.

Bareskrim Mabes Polri sendiri telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Habib Bahar bin Smith pada Senin, 3 Desember 2018. Namun, Habib Bahar mengaku belum menerima surat panggilan dari pihak kepolisian sehingga pemeriksaan batal dan dijadwal ulang pada Kamis, 6 Desember 2018.

(Baca Juga : Lusa, Mabes Polri Panggil Ulang Habib Bahar bin Smith)

‎Sebelumnya, polisi telah mengantongi keterangan dari sebelas saksi dan empat ahli terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith. Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti terait kasus yang menyeret Habib Bahar.

Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke polisi lantaran isi ceramahnya pada saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 17 November 2018, lalu, di kawasan Batu Ceper, Tangerang. Dalam video yang dilaporkan ke polisi berdurasi 60 detik, Habib Bahar dianggap menghina Jokowi karena menyebut kepala negara tersebut banci.

(Baca Juga : Lusa Dipanggil Polisi, Habib Bahar : Saya Pasti Hadir)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini