nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TKN Jokowi Prihatin Sikap Prabowo yang Geram dengan Media Pasca-Reuni 212

Muhamad Rizky, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 16:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 337 1987208 tkn-jokowi-prihatin-sikap-prabowo-yang-geram-dengan-media-pasca-reuni-212-XviTEzc9le.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyayangkan pernyataan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto yang geram terhadap media-media yang ada di Indonesia.

"Prabowo mengatakan pers ini banyak bohongnya. Saya terus terang prihatin statement ini sepantasnya tidak diucapkan apalagi nada emosi dorong mendorong ada kamera yang didorong entah kamera siapa," ujar Karding di Media Center Jokowi-Ma'ruf, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/12/2018).

Prabowo mengungkapkan, kegeramannya terhadap media-media di Indonesia karena tidak meliput reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu 2 Desember 2018 lalu. Prabowo memprotes media yang tidak menyebutkan bahwa massa yang hadir mencapai belasan juta. Ia tak terima ada media yang menyatakan bahwa massa yang hadir hanya belasan ribu.

 (Baca juga: Gerakan 212 Diharapkan Tak Dipersempit oleh Kepentingan Politik Praktis)

Karding merasa heran dengan emosi yang ditunjukkan Prabowo itu. Menurutnya, tak pantas bila Prabowo marah terhadap media massa lantaran tak menyebutkan jumlah yang sama dengan jumlah yang diklaim oleh panitia Reuni Akbar 212. Kata Karding, yang seharusnya marah adalah panitia Reuni Akbar 212, bukan Prabowo yang datang sebagai tamu undangan dalam acara itu.

 212

"Saya heran kenapa Pak Prabowo marah-marah, harusnya panitianya atau pesertanya kalau betul terjadi kebohongan ketidakobjektifan," ucap Karding.

Dengan emosi dan amarah yang ditunjukkan Prabowo, menurut Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu semakin memperlihatkan bahwa Reuni Akbar 212 digerakkan oleh kubu Prabowo-Sandiaga Uno.

 (Baca juga: TKN Jokowi Minta Bawaslu Selidiki Pernyataan Habib Rizieq saat Reuni 212)

"Saya kira gampang, kalau ada orang marah-marah, Prabowo enggak ada hubungannya kan kalau dia marah-marah berarti sesungguhnya panitia utamanya adalah Pak Prabowo," jelasnya.

Karding juga menyayangkan tudingan Prabowo bahwa media massa di Indonesia dianggap telah merusak demokrasi.

 

"Menurut saya ini suatu yang sangat disayangkan karena seakan-akan pers ini satu lembaga yang merusak demokrasi menurut saya ini tidak betul," pungkas Karding.

Sebelumnya, dalam pidatonya di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional ke-26 di Jakarta, Rabu, (5/12/2018), Prabowo Subianto mengungkapkan kegeramannya terhadap media-media Indonesia karena tidak meliput reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu 2 Desember 2018 lalu.

Prabowo memprotes media yang tidak menyebutkan bahwa massa yang hadir mencapai belasan juta.

“Saya kira ini kejadian pertama ada manusia kumpul sebanyak itu tanpa dibiayai siapa pun," ucap Prabowo.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, media-media besar dan kondang tidak meliput. Dia tidak berterima ada media yang menyatakan bahwa massa yang hadir hanya belasan ribu. Prabowo menuding media-media itu ikut memanipulasi demokrasi.

 212

"Media-media yang mengatakan dirinya objektif, bertanggung jawab untuk membela demokrasi, padahal justru mereka ikut bertanggung jawab menjadi bagian dari usaha manipulasi demokrasi," kata Prabowo.

Prabowo juga merasa wartawan yang datang meliputnya hanya menunggu dia salah bicara. "Ada media di sini? Saya khawatir wartawan ke sini hanya nunggu saya salah bicara. Karena Prabowo kalau bicara enggak pakai teks," tegasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini