nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wakapolri: Kami Masih Fokus Evakuasi Korban Pembunuhan Pekerja Jembatan di Papua

Saldi Hermanto, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 17:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 05 340 1987247 wakapolri-kami-masih-fokus-evakuasi-korban-pembunuhan-pekerja-jembatan-di-papua-aqtXrZgJ8t.jpg Wakapolri, Komjen Ari Dono Sukmanto (foto: Okezone)

TIMIKA - Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto dan jajarannya bersama Kasad Jenderal Andika Perkasa melakukan pertemuan tertutup dengan petinggi Polri yang diwakili Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto dan jajarannya di Timika, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (5/12/2018).

Pertemuan itu tidak lain membicarakan tahapan maupun upaya yang akan dilakukan TNI-Polri pasca-pembantaian puluhan karyawan PT Istaka Karya di Distrik Yigi, dan penyerangan Pos Yonif 755/Yalet di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

Pantauan Okezone di lokasi, usai melakukan pertemuan tertutup di Rimba Papua Hotel, Panglima TNI Hadi Tjahjanto langsung menuju kamar hotel tanpa memberikan sedikitpun keterangan kepada awak media yang sudah menunggunya sejak siang.

Bahkan, Kasad, Jenderal Andika Perkasa saat dimintai keterangannya oleh awak media, juga enggan memberikan keterangan. Ia hanya mengatakan singkat bahwa keterangan pers hanya keluar satu pintu saja.

"Saya tidak bisa, soalnya kita hanya satu pintu saja," kata Andika singkat.

kkb

 (Baca juga: OPM Pimpinan Egianus Kogoya Bertanggung Jawab atas Penembakan Pekerja)

Namun, Wakapolri Jenderal Ari Dono Sukmanto yang berhasil diwawancarai awak media saat keluar dari ruang pertemuan mengatakan, tahapan yang dilakukan saat ini adalah penyelamatan terhadap seluruh korban dari lokasi kejadian baik yang telah meninggal maupun yang selamat dalam peristiwa pembantaian karyawan PT Istaka Karya dan penyerangan pos oleh KKB.

"Intinya kegiatan sekarang TNI membantu Polri dalam rangka evakuasi semua korban ya," kata Ari Dono.

"Tahapannya, kita evakuasi semua korban baik itu korban yang masih hidup, luka, itu kita upayakan. Kita tolong masyarakat. Segera kita evakuasi dan sekarang masih upaya untuk mencari korban meninggal dunia itu," ujarnya lagi.

Dalam tahapan atau proses penyelamatan yang sedang dilakukan saat ini, anggota Polri yang dibantu TNI masih saja mendapatkan gangguan dari KKB berupa tembakan-tembakan disaat anggota berupaya untuk mencapai lokasi kejadian.

 (Baca juga: TNI/Polri Ditantang Perang secara Gentleman oleh OPM Pimpinan Egianus Kogoya)

penem

"Kita belum sampai di tempat kejadian, karena masih diganggu tembakan-tembakan dari kelompok mereka. Jadi sekarang pada proses evakuasi terhadap semua korban yang ada. Hanya memang untuk bisa sampai ke tempat tujuan masih ada gangguan dari kelompok mereka, masih ada penembakan-penembakan. Hanya yang tentara (Almarhum Serda Handoko) berhasil dievakuasi hari ini," sambungnya.

Saat ditanya terkait jumlah kekuatan yang dikerahkan Polri untuk melakukan penyelamatan para korban, maupun antisipasi terhadap serangan mendadak dari KKB ketika tahapan penyelamatan sementara dilakukan, Ia mengatakan, bahwa untuk saat ini pihaknya belum membutuhkan kekuatan yang jauh lebih besar.

"Kalau jumlah kita hanya menyesuaikan saja, enggak membutuhkan suatu kekuatan yang besar atau apa. Itukan hanya penyelamatan. Upaya penyelamatan bagaimana korban-korban ini bisa segera kita evakuasi. Selanjutnya kalau memang situasi sudah bisa memungkinkan, proses penegakkan hukum selanjutnya adalah olah TKP, kemudian minta keterangan-keterangan saksi dari yang telah kita evakuasi, seperti apa sih sebenarnya peristiwa itu?" terangnya.

Ia juga mengatakan, semua korban nantinya ketika berhasil dievakuasi akan dibawa ke Timika. Hal itu mengingat fasilitas rumah sakit yang ada di Kabupaten Mimika lebih memadai dibanding sejumlah rumah sakit yang berada di kabupaten yang berdekatan dengan Kabupaten Nduga.

"Semua yang menjadi korban disitu akan kita evakuasi, akan kita bawa ke rumah sakit disini (Timika) yang fasilitasnya memadai. Nanti setelah itu untuk yang meninggal kita identifikasi, ini jenazah-jenazah siapa. Kita adakan perawatan dengan TNI, dan akan segera dikirimkan ke keluarganya masing-masing," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini