nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Diminta Tegas Tangani Kasus Habib Bahar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 23:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 06 337 1987881 polri-diminta-tegas-tangani-kasus-habib-bahar-ljfNHJf4pL.jpg Foto Istimewa

JAKARTA - Bareskrim Polri diminta tegas dalam mengusut kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang dilakukan oleh pendiri Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar bin Smith.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus menyatakan, Polri harus tetap profesional dan objektif menangani perkara ini. Meskipun, kata Petrus, adanya tekanan massa dari berbagai kelompok yang memberikan dukungan terhadap Habib Bahar.

"Bareskrim Mabes Polri dan jajarannya tidak boleh terpengaruh dengan tekanan atau intervensi dalam bentuk apapun dari siapapun termasuk dari pendukung dan pengikut Habib Bahar," kata Petrus saat dikonfirmasi, Kamis (6/12/2018).

 (Baca juga: Polri: Selama Alat Bukti Cukup Habib Bahar Bisa Jadi Tersangka)

 bahar

Jika hasil pemeriksaan penyidik terhadap Habib Bahar menemukan adanya tindak pidana dan memenuhi dua barang bukti, menurut Petrus, polisi tak perlu ragu untuk melanjutkan proses hukum ke tahap selanjutnya.

"Meskipun diperiksa sebagai saksi, namun jika penyidik sudah memiliki dua alat bukti dan sudah terpenuhi dan unsur-unsur pidananya, khususnya sangkaan melakukan tindak pidana ujaran kebencian, maka Penyidik harus segera memberinya status tersangka dan melakukan penahanan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab penyidik yang dijamin di dalam KUHAP," papar Petrus.

 (Baca juga: Polri Periksa Panitia Acara yang Undang Habib Bahar di Palembang)

Petrus yang juga advokat Peradi itu menjelaskan, apabila dilihat dari Pasal dugaan pelanggaran pidana dari laporan yang ditujukan ke Habib Bahar, maka cukup beralasan bagi Polri untuk melakukan proses hukum selanjutnya.

"Pemeriksaan hari ini selain menetapkan statusnya sebagai tersangka, juga melakukan upaya paksa terhadap Habib Bahar berupa penangkapan selama 1 x 24 jam dan diikuti dengan panahanan untuk tahap pertama selama 20 hari," tutur Petrus.

 bh

Status perkara yang menjerat Habib Bahar sendiri sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Terkait hal tersebut, polisi sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi dan empat ahli.

Dalam hal ini, Polri menyatakan telah mengantongi dua alat bukti. Tak hanya itu, saat ini, penyidik sedang mendalami adanya dugaan pada Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman pidana lebih dari 5 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini