nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Dugaan Korupsi Acara Kemah, Polisi Panggil Saksi Tambahan

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 06 Desember 2018 16:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 06 338 1987680 kasus-dugaan-korupsi-acara-kemah-polisi-panggil-saksi-tambahan-a8S5GyTKVZ.jpg Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono (foto: Okezone)

JAKARTA - Pihak kepolisian terus mengusut kasus dugaan penyelewengan dana acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebutkan, akan memeriksa saksi lain dalam kasus tersebut, yakni Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan bendahara dari Kemenpora.

Rencananya meminta keterangan tambahan saksi tersebut akan dilakukan, pada Kamis 6 Desember 2018. Namun Argo Yuwono sendiri belum bisa merincikan lebih detail mengenai agenda itu.

(Baca Juga: Ini Alasan Pemuda Muhammadiyah Kembalikan Dana Kemah Pemuda Rp2 Miliar) 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto : Badriyanto/Okezone)	Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. (Foto : Okezone)

Sebelumnya, pihak penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah melakukan pemeriksaan terhadap staf dari Kemenpora terkait dugaan korupsi dana Kemah Pemuda Islam Indonesia 2017,

"Nanti kita lihat bagaimana agenda dari penyidik," ucap Argo saat dihubungi awak media.

Seperti diberitakan Okezone sebelumnya, kegiatan kemah dan apel PPI digelar Pemuda Muhammadiyah dengan APBN Kemenpora RI di Pelataran Candi Prambanan, Jawa Tengah pada 16-17 Desember 2017 lalu.

Sekadar diketahui untuk acara itu, Kemenpora dikabarkan telah memberikan dana kepada dua organisasi pemuda islam terbesar di Indonesia, masing-masing GP Ansor sebesar Rp3 milliar dan Pemuda PP Muhammadiyah sebesar Rp2 milliar.

(Baca Juga: Kantongi Bukti Korupsi, Polisi: Semua Potensi Tersangka, termasuk Dahnil Anzar) 

Argo sendiri telah mengatakan bahwa pihak kepolisian telah mengantongi sejumlah bukti untuk dapat menindaklanjuti laporan dugaan penyimpangan dana ini.

"Ini kan kegiatan tahun 2017. Kami sudah ada bukti permulaan yang cukup diduga adanya penyimpangan anggaran daripada kegiatan kemah yang dilaksanakan Kemenpora Tahun Anggaran 2017. Kalau ada pengembalian uang tidak menghilangkan tindak pidananya," ujar Argo.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini