nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AS Gagal Dapatkan Dukungan di PBB untuk Kutuk Hamas Atas Kekerasan di Gaza

Thasyanur Azizah, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 19:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 18 1988256 as-gagal-dapatkan-dukungan-di-pbb-untuk-kutuk-hamas-atas-kekerasan-di-gaza-ZzyEya5cQY.jpg Dubes AS untuk PBB, Nikki Haley. (Foto: Reuters)

NEW YORK - Upaya Amerika Serikat (AS) mencari dukungan di PBB untuk mengutuk kekerasan yang dilakukan kelompok militan Palestina, Hamas, untuk pertama kalinya gagal pada Kamis (6/12/2018) karena kurangnya jumlah suara yang di dapat dalam Sidang Umum.

Resolusi membutuhkan dukungan dari sedikitnya dua pertiga suara anggota, dan meski bersifat tidak mengikat resolusi Majelis Umum memiliki muatan politik. AS mendapatkan 87 suara yang mendukung, 58 menentang, 32 abstain dan 16 negara lainnya tidak memilih.

Karena alasan prosedural yang sebelumnya diminta oleh Kuwait, pengadopsian rancangan resolusi membutuhkan dua pertiga suara dukungan dan tidak hanya didasarkan pada suara mayoritas.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, telah menulis surat kepada negara-negara anggota PBB pada Senin, 3 November, mendesak mereka agar mendukung rancangan yang disusun oleh AS.

Dikutip dari Reuters, Jumat (7/12/2018) Haley menulis “Amerika Serikat mengambil hasil dari pemungutan suara ini dengan sangat serius.”

Haley, yang akan mundur pada akhir tahun, telah memberi dukungan kepada Israel.

"Sebelum Majelis Umum dapat secara kredibel mendukung kompromi dan rekonsiliasi antara Palestina dan Israel, harus dicatat, tidak ambigu dan tidak bersyarat, mengutuk teroris Hamas," kata Haley kepada para anggota sebelum pemungutan suara.

AS sedang mengerjakan rencana yang sudah lama ditunggu-tunggu untuk menjembatani perdamaian antara Israel dan Palestina. Namun, Palestina skeptis dan menuduh pemerintahan Trump berpihak pada Israel terkait isu-isu utama.

Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan bahwa pihaknya "menolak rancangan keputusan yang dibuat AS terhadap perlawanan Hamas merupakan pukulan bagi pemerintah AS dan menegaskan kembali legitimasi dari perlawanan."

Duta Besar Israel, Danny Danon, mengatakan bahwa negara-negara yang menolak rancangan keputusan harus merasa malu. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memuji mereka yang memberikan suara mendukung.

Selama lebih dari satu dekade Gaza telah dikendalikan oleh Hamas di bawah blokade Israel-Mesir. Ekonomi di wilayah itu telah hancur, menciptakan apa yang digambarkan Bank Dunia sebagai krisis kemanusiaan dan kekurangan air, listrik, serta obat-obatan.

Israel mengatakan tidak punya pilihan selain memaksakan blokade untuk mempertahankan diri dengan Hamas, yang menyerukan penghancuran Israel dan telah menggunakan Gaza sebagai basis untuk serangan rudal.

Wakil Duta Besar Iran, Eshagh Al Habib, menuduh Amerika Serikat mencoba mengalihkan perhatian dunia dari akar penyebab konflik. Dia mengatakan bahwa "Iran mengakui Hamas sebagai gerakan perlawanan yang sah yang berjuang untuk pembebasan wilayah Palestina dari pendudukan asing."

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini