nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KKB Bunuh Pekerja, PPAD: Ini Melebihi Terorisme, Pantas Diselesaikan Secara Militer

Antara, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 14:34 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 07 337 1988130 kkb-bunuh-pekerja-ppad-ini-melebihi-terorisme-pantas-diselesaikan-secara-militer-J001Hht5eo.jpg Tentara OPM di Papua (Dok OPM)

JAKARTA – Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) mengecam tindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang membunuh para pekerja jembatan Trans Papua di Kabupaten Nduga. Ketua Umum PPAD Letjen (Purn) Kiki Syahnakri menilai aksi KKB sudah melebihi tindakan teroris sehingga pantas diselesaikan secara militer.

"Ini lebih tinggi dari terorisme sehingga pantas diselesaikan secara militer," kata Kiki dalam konferensi pers di Gedung PPAD, Jakarta seperti dilansir Antaranews, Jumat (7/12/2018).

Dia menilai teroris tidak terorganisir secara baik dan hanya dipersenjatai satu atau dua orang, namun apa yang dilakukan KKB di Papua dilakukan secara sistematis dan anggotanya dipersenjatai.

Karena itu, menurut Kiki penanganan KKB di Papua seharusnya diserahkan kepada TNI sebagai pengendali utama dibantu Polri dalam hal penegakan hukumnya.

"Operasi TNI harus dilakukan secara terukur berdasarkan hukum humaniter dan azas operansi lawan gerilya dengan mengutamakan upaya perlindungan terhadap semua masyarakat sipil di Papua terutama di daerah-daerah yang dinilai rawan ancaman bersenjata," katanya.

 

Dia menilai terkait Gerombolan Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (GSB-OPM), sepatutnya tidak lagi disebut sebagai KKB karena tujuan mereka sudah jelas yaitu memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dia menilai mereka sudah terorganisasi secara militer dan sering melakukan aksi-aksi kekerasan bersenjata sehingga kehadirannya sudah dapat dikategorikan sebagai pemberontakan bersenjata terhadap NKRI.

"Karena itu mereka termasuk kelompok kombatan yang patut ditumpas secara militer," katanya.

Kiki juga menyoroti kehadiran OPM saat ini sudah menjadi organisasi pembebasan untuk Papua Barat atau ULMWP yang semula dilatari masalah keadilan sosial yang belum baik lalu bergulir tidak terkendalikan oleh pemerintah.

(Baca juga: Pernyataan Lengkap Jokowi Sikapi Penembakan 31 Pekerja oleh KKB di Papua)

Menurut dia saat ini keberadaan organsasi tersebut sudah sampai pada kompleksitas masalah yang rumit dan menjadi isu internasional terutama dengan kehadiran dan aksi-aksinya serta campur tangan pihak asing.

Sebelumnya, sebanyak 31 pekerja proyek jalan Trans Papua yang sedang bekerja membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, diduga dibunuh kelompok bersenjata, Minggu 2 Desember 2018 malam.

(Baca juga: Ini Ulah KKB Papua Sebelum Bantai Para Pekerja)

Polda Papua menduga sebanyak 24 orang dibunuh di hari pertama sementara delapan orang yang berusaha menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD, tujuh di antaranya dijemput dan dibunuh KKB dan satu orang belum ditemukan.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini