nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Terbangkan Adik Zulkifli Hasan ke Lampung untuk Disidang

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 17:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 07 337 1988245 kpk-terbangkan-adik-zulkifli-hasan-ke-lampung-untuk-disidang-aBtCW5W3VA.jpg Bupati nonaktif Lampung Selatan, Zainudin Hasan. (Foto : Ist)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerbangkan alias memindahkan adik Zulkifli Hasan, Zainudin Hasan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Lampung. Bupati nonaktif Lampung Selatan itu dipindahkan untuk memudahkan jalannya proses persidangan.

Zainudin Hasan rencananya segera menjalani persidangan terkait kasus dugaan suap pengurusan sejumlah proyek di Lampung Selatan dan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dia diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Lampung dalam waktu dekat.

"Hari ini telah dilakukan pemindahan lokasi penahanan ZH (Zainudin Hasan), Bupati Lampung Selatan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Lampung untuk persiapan menjalankan sidang di Pengadilan Tipikor di Lampung," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (7/12/2018).

Sebelumnya, KPK juga sudah memindahkan anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugroho; dan Kadis PUPR Lampung Selatan Anjar Asmara ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Bandar Lampung untuk persiapan persidangan. Dua tersangka kasus suap ini bakal menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Lampung pada Kamis pekan depan.

"Persidangan untuk ABN (Agus Bhakti Nugroho) dan AA (Anjas Asmara) direncanakan dilakukan pada Kamis, 13 Desember 2018," jelas Febri.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto: Dok Okezone)

KPK telah menetapkan adik Zulkifli Hasan, Zainudin Hasan, sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU). ‎Zainudin Hasan diduga telah menerima fee dari sejumlah proyek sebesar Rp57 miliar.

Uang tersebut diterima Zainudin melalui anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha yang berasal dari sejumlah proyek pada Dinas PUPR. KPK menduga Zainudin melalui Agus Bhakti membelanjakan penerimaan dana-dana tersebut untuk membayar aset berupa tanah dan bangunan serta kendaraan dengan mengatasnamakan keluarga.

Atas perbuatannya, Zainudin disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang Juncto ‎Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca Juga : KPK Sita Tanah Senilai Rp6 Miliar terkait Pencucian Uang Adik Zulhas)

Zainuddin Hasan telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengurusan sejumlah proyek di Lampung Selatan. ‎ Zainudin Hasan dan kroni-kroninya‎ diduga menerima suap sebesar Rp56 miliar dari sejumlah proyek milik Dinas PUPR.

Dalam perkara suap, Zainuddin Hasan ditetapkan sebagai tersangka bersama‎ tiga orang lainnya. Tiga tersangka tersebut, yaitu anggota DPRD Lampsel, Agus Bhakti Nugraha; Kadis PUPR Lampsel, Anjar Asmara; serta Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan.

(Baca Juga : Bupati Nonaktif Lampung Selatan Segera Disidang terkait Kasus Suap)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini