nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

TKN Jokowi Minta Polisi Terbuka Terkait Kasus Habib Bahar

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 17:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 337 1988247 tkn-jokowi-minta-polisi-terbuka-terkait-kasus-habib-bahar-zH3q9DuHy3.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) meminta polisi terbuka terkait penetapan status tersangka Habib Bahar bin Smith atas kasus penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding mengatakan, dari penetapan tersebut diduga akan diarahkan bahwa rezim Jokowi selalu mengkriminalisasi ulama.

"Karena saya melihat arah mau diframing kriminalisasi ulama. Padahal ya enggak ada urusannya, yang penting polisi harus terbuka sesuai dengan batas-batas dibolehkan UU tentang proses dan bukti-bukti itu," katanya kepada wartawan di Grand Sahid, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018).

Karding percaya bahwa polisi yang menetapkan pimpinan Majelis Rasulullah ini sudah memiliki dua alat bukti. Dan siapapun itu, hukum tidak pandang bulu.

bahar

 (Baca juga: Polda Metro Ogah Ikut-ikutan Tetapkan Habib Bahar sebagai Tersangka)

(Baca juga: TKN Jokowi-Ma'ruf: Kasus Bahar bin Smith Jadi Pelajaran bagi Siapapun)

"Oleh karena itu kalau polisi menetapkan dia sebagai tersangka. Memang sudah ada alat bukti yang cukup. Tidak boleh polisi menahan dan tidak menersangkakan karena alasan pertimbangan politik. Itu enggak boleh," tegasnya.

Karding juga meminta agar polisi berani untuk menindak siapapun termasuk tokoh agama yang melanggar hukum.

"Jangan sampai polisi enggak berani karena dia tokoh agama, artinya begini prinsip hukum kita adalah persamaan di depan hukum. Mau rakyat jelata yang miskin, mau orang kaya, anggota DPR, menteri, pejabat, kalau dia memiliki perbuatan dan duga telah memenuhi dua alat bukti, ya makanya harus tersangka," tutupnya.

 bahar

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini