nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

15 Nelayan Aceh Masih Ditahan di Myanmar

Antara, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 05:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 340 1987913 15-nelayan-aceh-masih-ditahan-di-myanmar-eZFWDE3int.jpg Ilustrasi kapal nelayan. (Foto: Okezone)

BANDA ACEH – Sebanyak 15 nelayan asal Aceh Timur hingga kini masih ditahan oleh otoritas Myanmar, setelah ditangkap kapal patroli angkatan laut negara tersebut pada Selasa 6 November 2018.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, di Banda Aceh, Kamis 6 Desember 2018, mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan Duta Besar Luar Biasa Republik Indonesia untuk Myanmar Iza Fadri untuk menanyakan kesehatan para nelayan tersebut.

"Untuk 15 nelayan Aceh, kita terus koordinasi dengan duta besar. Insya Allah, mereka dalam kondisi baik, dan sehat walafiat. Akan kita upayakan terus (pemulangannya)," ujarnya, seperti dikutip dari Antaranews, Jumat (7/12/2018).

(Baca juga: Belasan Nelayan Aceh yang Ditangkap Polisi Myanmar Belum Bisa Ditemui)

Namun, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan kapan 15 nelayan ini dipulangkan, meski telah ditahan selama satu bulan penuh di Penjara Kawthoung, Provinsi Tanintharyi.

Sebagaimana diberitakan, sebanyak 16 nelayan Aceh melaut menggunakan Kapal Motor (KM) Bintang Jasa dari Kuala Idi, Aceh Timur. Di tengah jalan mereka mengalami kerusakan mesin. Lalu belasan nelayan ini ditangkap oleh kapal patroli Angkatan Laut Myanmar karena memasuki wilayah perairan negara mereka tanpa izin.

Ketika proses penangkapan, kapal patroli Myanmar mendekati KM Bintang Jasa. Lalu belasan nelayan Aceh ini nekat menceburkan diri ke laut, sehingga seorang di antaranya meninggal dunia akibat tenggelam atas nama Nurdin (41).

"(Kapan mereka dipulangkan) itu? Belum tentu bisa kita pastikan," ujar Alhudri.

(Baca juga: Cerita Nelayan Aceh Nyasar ke Perairan Myanmar karena Mesin Kapal Rusak)

Ke-15 nelayan Aceh Timur yang selamat dan masih menjalani penahanan, yakni Jamaludin (36), kapten kapal, Samidan (41), Amat Dani (23), Rukni (43 tahun), dan Efendi alias Ek Amni Alias (28).

Selanjutnya ada Umar Saputra (23), Jamaludin Amno (37), Nazarudin (33), Safrizal (38), Darman (30), Muhammad Yais (20), Muhammad Akbar (15), Saipudin (33), Faturahman (15), dan Sulaiman (25).

"Mereka ditahan karena masalah imigrasi, masuk perairan Myanmar tanpa izin. KBRI Yangon telah berkomunikasi dengan Kepolisian Kawthaung dan membenarkan penahanan tersebut," jelas Wakil Sekretaris Jenderal Panglima Laot Provinsi Aceh Miftah Cut Adek.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini