Isu Agama Berpotensi Dimainkan untuk Kepentingan Politik Pilpres 2019

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 19:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 07 605 1988295 isu-agama-berpotensi-dimainkan-untuk-kepentingan-politik-pilpres-2019-jdFjm8VACH.jpg Diskusi Bahas Situasi Kamtibmas Jating yang Kondusif Menjelang Pileg dan Pilpres Tahun 2019 (foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Jelang pelaksanaan Pemilu 2019, baik pilpres maupun pileg masyarakat harus waspada terkait berbagai isu yang beredar. Salah satu yang paling diwaspadai adalah isu agama yang dijadikan kepentingan politik jelang pemilu.

Hal tersebut disampaikan Rektor UINSA, Masdar Hilmy saat menghadiri kegiatan di Mapolda Jatim bertema Sinergitas dengan Forum Intelektual 45 Jawa Timur Dalam mewujudkan Situasi Kamtibmas Jatim Yang Kondusif Menjelang Pileg Dan Pilpres Tahun 2019, Jumat (7/12/2018).

(Baca Juga: Habib Bahar Tersangka, TKN Jokowi-Ma'ruf: Tak Ada yang Kebal Hukum di Republik Ini) 

"Kita tidak boleh meremehkan bahwa Jatim tidak akan terjadi apa-apa atau aman. Yang kita waspadai yaitu isu agama untuk kepentingan politik. Agar umara, ulama dan akademisi mewaspadai untuk menjadikan Indonesia sebagai Suriah kedua yang sebenarnya ingin mengeruk kekayaan Indonesia," terang Masdar Hilmy.

Diskusi Situasi Kamtibmas Jatim Yang Kondusif Menjelang Pileg Dan Pilpres Tahun 2019 (foto: Syaiful Islam/Okezone)	Diskusi Situasi Kamtibmas Jatim Yang Kondusif Menjelang Pileg dan Pilpres Tahun 2019 (foto: Syaiful Islam/Okezone)

Walaupun masyarakat Indonesia mayoritas muslim, sambungnya, tetapi belum yakin tentang keislaman yang benar. Sehingga apabila ada orang masuk mendoktrin suatu ideologi akan gampang terpengaruh.

"Marilah para akademisi ini memberikan pelajaran kepada para mahasiswanya agar Jatim tetap dalam kondisi aman dan kondusif. Semoga pelaksanaan pileg dan pilpres 2019 nanti berjalan lancar," paparnya.

Sementara Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, menyatakan pertama kali menjabat sebagai Kapolda mengumpulkan BEM se-Jawa Timur. Sampai saat ini tidak ada mahasiswa yang unjuk rasa karena pemerintah sekarang juga sudah memberikan keleluasaan untuk menyampaikan pendapat.

"Alhamdulillah pemilukada serentak yang lalu berlangsung dengan aman, hanya di Sampang ada Pemungutan Suara Ulang. Pada saat ramai ramainya unjuk rasa tentang bendera Tauhid, Alhamdulillah Jatim tidak ada unjuk rasa dan tidak mengerahkan massa ke Jakarta," ucap Luki.

Ia menambahkan, pihaknya berharap para Rektor juga ingin menghendaki Pilpres dan Pileg 2019 dalam keadaan aman dan memberikan sosialisasi kepada mahasiswanya. Sinergi antara Polri, TNI dan lembaga lainnya merupakan kekuatan untuk menciptakan situasi yang kondusif terutama di Jatim.

(Baca Juga: Habib Bahar bin Smith Tersangka, Begini Reaksi Kubu Jokowi dan Prabowo) 

Pada awal tahapan pemilu di medsos sudah dimunculkan isu agama dan PKI. Apabila masyarakat yang kurang bisa membaca situasi akan menimbulkan permasalahan. Memang ada pihak-pihak tertentu ingin menghendaki bangsa Indonesia hancur.

"Di tempat inilah memang disediakan untuk bersinergi dan musyawarah dalam memecahkan permasalahan. Selama tiga setengah bulan saya sudah mengunjungi 37 pondok pesantren, dan saya lakukan karena ada indikasi yang ingin memecah belah bangsa ini memperalat isu agama sebagai sarananya," tandas Luki.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini