Partai Perindo dan PSI Punya Peluang Lolos ke Senayan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 07 Desember 2018 13:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 07 606 1988095 partai-perindo-dan-psi-punya-peluang-lolos-ke-senayan-SKGvADeff9.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

JAKARTA - Hampir tiap gelaran Pemilu muncul partai baru. Namun, keberadaan mereka kerap kali dipandang sebelah mata oleh banyak pihak lantaran tidak cukup pengalaman dan belum punya banyak kader.

Tapi hal tersebut terbantahkan oleh Partai NasDem pada Pileg 2014 silam. Lantas, bagaimana dengan peta perpolitikan pada Pileg 2019 mendatang?

Di antara pendatang baru, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) memiliki elektabilitas paling tinggi berdasar survei yang dilakukan Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research yakni mencapai 2,9 persen.

“Sudah eksis sejak lama membuat nama Perindo melekat di tengah masyarakat,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam keterangan tertulisnya yang diterima Okezone, Jumat (7/12/2018).

Ketum Partai Perindo Hary Tanoe memberikan arahan pada kadernya

(Baca Juga: Puluhan Warga Bekasi Dapat Pengobatan Alternatif Gratis dari Caleg Perindo)

Partai besutan Hary Tanoesoedibjo itu mulanya mendirikan organisasi masyarakat (ormas) dengan nama yang sama. Hal tersebut pun dilakukan Nasdem pada pemilu sebelumnya, di mana Hary Tanoe saat itu juga berada di dalamnya.

Selian Partai Perindo, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kerap tampil berbeda di antara parpol-parpol koalisi pengusung calon presiden (capres) petahana. Tidak hanya soal pemberantasan korupsi, PSI juga mengambil sikap tegas dalam isu-isu sensitif terkait intoleransi.

“PSI dengan keras menolak keberadaan berbagai peraturan daerah (Perda) keagamaan, atau sering disebut sebagai Perda Syariah,” kata Vivin.

Sikap politik tersebut diambil ketika parpol-parpol koalisi lainnya bersikap ragu-ragu atau cenderung mendukung perda syariah, lanjut Vivin. Meskipun mengundang polemik dan pro-kontra, konsistensi PSI dalam hal penghapusan perda syariah mendulang dukungan publik.

“Kelompok moderat yang biasanya apatis dengan politik merasa tersuarakan oleh PSI,” jelas Vivin. Berdasar survei indEX, elektabilitas PSI bertengger di angka 1,2 persen.

“Dengan memperhitungkan margin of error survei, PSI berpeluang menembus ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 4 persen,” ujar Vivin.

Parpol baru dan non-seat lainnya diprediksi gagal mencapai ambang batas. “Berkarya yang masuk koalisi Prabowo-Sandi berada di posisi buncit dengan elektabilitas 0,1 persen”, pungkas Vivin.

Temuan Survei indEX Research

Survei indEX Research dilakukan pada 11-20 November 2018, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error ±2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini