nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menlu: Melindungi WNI di Luar Negeri Bukan Perkara Mudah

Indi Safitri , Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 09:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 08 18 1988448 menlu-melindungi-wni-di-luar-negeri-bukan-perkara-mudah-jAdHxhJwlr.jpg Menlu Retno Marsudi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Persentase penyelesaian kasus WNI di luar negeri terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi pada Malam Penganugerahan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award 2018 pada, Jumat, 7 Desember 2018.

Menlu mengatakan, selama empat tahun terakhir, banyak kejadian yang terjadi dalam hal perlindungan WNI di luar negeri, baik kasus yang sudah pernah dihadapi maupun yang belum pernah dihadapi sebelumnya. Seberapa sulitnya kasus-kasus tersebut, haruslah tetap dihadapi dengan respons dan penyelesaian yang baik.

Retno menjabarkan kasus-kasus yang akhir-akhir ini dihadapi, di antaranya ialah masalah evakuasi Yaman, proses perdagangan manusia, kasus anak buah kapal Indonesia, maupun kasus-kasus dari dampak politik yang terjadi di negara lain.

Menurut data, terdapat 73.180 kasus dalam empat tahun terakhir. Keberhasilan atas penyelesaian kasus perlindungan WNI di luar negeri pun mengalami peningkatan. Pada tahun 2015, presentase keberhasilan atas penanganan kasus perlindungan WNI di luar negeri mencapai 64 persen, sedangkan pada tahun 2018 sudah mencapai 82 persen.

“Untuk kasus yang belum selesai, memanglah kasus yang berat dan butuh waktu dalam hal penanganannya.” ujar Menlu Retno.

(Baca Juga: Kelompok bersenjata Filipina Bebaskan Tiga Sandera WNI)

Menurutnya, capaian atas keberhasilan ini merupakan kerja bersama sebagai warga negara Indonesia, karena itu ia sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, terutama kepada 19 penerima penghargaan Hassan Wirajuda 2018.

Ia juga tidak lupa mengatakan bahwa kasus-kasus yang menimpa WNI ini merupakan sebuah isu kemanusiaan, karena itu berbagai pihak yang turut campur tangan mencoba menanganinya dengan mengutamakan profesionalitas.

“Amanah kemanusiaan untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia di luar negeri bukanlah perkara yang mudah, bagi Kemenlu sendiri menjalankan amanah sebesar itu mungkin tidak dapat dilakukan,” ujarnya.

“Menyelesaikan masalah sendiri bukanlah suatu opsi, sebaliknya melibatkan semua pihak secara inklusif ialah sebuah keniscayaan,” tambahnya.

Baru-baru ini Menlu RI melihat bahwa acara ini telah menjadi showcase indahnya keberagaman, sangat berbeda dengan penglihatannya pada 2015 yang hanya mengharapkan acara ini dapat membangun, memberikan pengakuan atas jasa para penerima penghargaan serta mengucapkan terimakasih atas peran besar mereka dalam hal melindung WNI di luar negeri.

Hal ini bisa dilihat dari keberagaman suku, agama, profesi, ras, bahkan kewarganegaraan yang ada pada para penerima penghargaan.

“Walaupun berbeda, mereka semua disatukan dalam satu dorongan yang sama yaitu dorongan kemanusiaan dan kecintaan kepada Indonesia. Hal itu membuktikan bahwa keberagaman merupakan sesuatu yang harus dirawat, aset yang harus dijaga, termasuk dalam hal perlindungan WNI di luar negeri. “ tuturnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini