Share

Berencana Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem, Australia Minta Warganya Berhati-hati ke Indonesia

Indi Safitri , Okezone · Jum'at 14 Desember 2018 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2018 12 14 18 1991360 berencana-pindahkan-kedutaan-ke-yerusalem-australia-minta-warganya-berhati-hati-ke-indonesia-KJTEpwY33U.jpg PM Australia, Scott Morrison. (Foto: Reuters)

CANBERRA – Pemerintah Australia pada Jumat, 14 Desember memperingatkan warganya untuk berhati-hati saat bepergian di negara tetangganya yang berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia, menjelang langkah pemindahan kedutaan Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Perdana Menteri Scott Morrison diperkirakan akan memberikan pengumuman pada Sabtu bahwa pemerintahannya akan mengikuti langkah dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan memindahkan kedutaan Australia ke sana.

BACA JUGA: Australia Mungkin Umumkan Pemindahan Kedutaan Ke Yerusalem pada Sabtu

Diwartakan Al Jazeera, Jumat (14/12/2018), Departemen Luar Negeri Australia memperingatkan kepada puluhan warga Australia yang akan berangkat liburan musim panas ke Bali atau ke pulau tropis lainnya di Indonesia untuk sangat waspada dan berhati-hati menjelang rencana pengumuman itu.

Departemen Luar Negeri Australia tengah bersiap untuk menghadapi gelombang protes yang mungkin terjadi di perwakilannya di Indonesia terkait rencana tersebut.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Australia telah bergerak untuk mempersiapkan daerah tersebut.

"Demonstrasi telah diadakan dalam beberapa pekan terakhir di sekitar Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya," ujarnya pada Jumat (14/12/18).

"Protes dapat dilanjutkan di Kedutaan Besar di Jakarta atau di salah satu Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, Bali dan Makassar," demikian disampaikan Departemen Luar Negeri Australia

Status Yerusalem merupakan suatu hambatan tersulit dalam kesepakatan damai antara Israel dan Palestina.

Israel menganggap semua wilayah kota suci itu, termasuk bagian timur yang dianeksasi setelah perang Timur Tengah 1967 sebagai ibu kotanya. Sementara pihak Palestina, dengan dukungan internasional yang luas, menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka yang diharapkan dapat dibangun mencakup Tepi Barat dan Jalur Gaza.

BACA JUGA: Indonesia Kecam Australia yang Pertimbangkan Pindahkan Kedubes ke Yerusalem

Pemerintah Indonesia telah menghadapi tekanan domestik di tanah air, bereaksi dengan kemarahan ketika Morrison melontarkan gagasan untuk mengakui Yerusalem dan memindahkan kedutaan Australia ke Yerusalem pada Oktober.

Imbas masalah ini juga berdampak pada perjanjian perdagangan bebas antara kedua negara yang ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini