Riset Y-Publica: Elektabilitas PDIP Tertinggi, Partai Garuda Paling Buncit

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 14 Desember 2018 20:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 14 606 1991458 riset-y-publica-elektabilitas-pdip-tertinggi-partai-garuda-paling-buncit-E09UNuqOAN.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

JAKARTA – Riset Y-Publica menyatakan elektabilitas PDI Perjuangan tertinggi di angka 29,1 persen, disusul oleh Gerindra dengan 14,8 persen dan Golkar stagnan di angka 9 persen.

“PKB konsisten naik dari 5,1 persen pada Mei 2018 menjadi 7,0 persen, begitu pula Demokrat mulai membaik setelah sempat merosot pada Agustus lalu,” jelas Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono saat peluncuran hasil Survei IV di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Menurut Rudi, elektabilitas yang stagnan maupun melorot seperti dialami Golkar, Nasdem, Perindo, dan Hanura, disebabkan oleh absennya partai-partai itu untuk menghadirkan gebrakan-gebrakan yang menyita perhatian publik.

Sementara elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengalami kenaikan karena mempersoalkan keberadaan Perda Syariah dan Perda Injil.

Rudi menilai bahwa isu itu menguntungkan bagi PSI karena efek viral, sehingga PSI mendapatkan kampanye gratis. Selain itu Pidato Ketua Umum PSI Grace Natalie menegaskan secara terbuka sikap politik PSI soal Perda agama.

“Tentu saja, publik yang berpandangan politik sama, baik yang sekuler maupun moderat akan bersimpati kepada PSI, sehingga PSI mendapat efek elektoral cukup signifikan,” ujar Rudi.

Foto/Okezone

Rudi membandingkan dengan Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto yang juga mendapatkan perhatian dari publik dan diketahui juga sikap politiknya.

“Terlepas dari setuju dan tidaknya dengan narasi Berkarya untuk menghidupkan gagasan ‘rindu Orde Baru’,” ungkap Rudi.

Baca: Caleg Perindo Siap Sejahterakan Petani di Indramayu

Baca: Anggaran Pengawasan Pemilu Rp8 Triliun, JK ke Bawaslu: Jika Gagal Anda Mengecewakan

Elektabilitas PSI mengalami kenaikan signifikan karena sudah menyentuh angka 2,6 persen. Partai Berkarya juga naik pelan di angka 0,8 persen. “Perindo mengalami stagnasi di angka 2,5 persen dari survei sebelumnya pada Agustus 2018,” imbuh Rudi.

Survei Y-Publica dilakukanpada 20 November hingga 4 Desember 2018 dengan responden 1200 orang. Survei menggunakan metode multistage random sampling (acak bertingkat). Margin error dalam survei adalah 2,98 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut adalah hasil lengkap elektabilitas partai politik menurut survei Y-Publica:

PDIP 29.1%

Gerindra 14.8%

Golkar 9.1%

PKB 7.0%

Demokrat 6.8%

Nasdem 3.7%

PPP 3.2%

PKS 3.0%

PAN 2.7%

PSI 2.6%

Perindo 2.5%

Hanura 1.6%

PBB 1.1%

PKPI 0.8%

Berkarya 0.8%

Garuda 0.5%

Belum memutuskan/Tidak jawab 11.3%

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini